Barito Pacific, Berkiblat pada SDGs

Serah terima donasi Covid-19 dari Grup Barito Pacific melalui BNPB.
Serah terima donasi Covid-19 dari Grup Barito Pacific melalui BNPB.

Kontribusi PT Barito Pacific Tbk. beserta anak-anak usahanya (Chandra Asri Petrochemical, Star Energy) dan Yayasan Bakti Barito terhadap penanggulangan pandemi Covid-19 ditunjukkan melalui bantuan yang diberikan kepada rumah sakit dan masyarakat di daerah operasi perusahaan dan anak usaha.

Sepanjang tahun 2020, perusahaan yang didirikan Prajogo Pangestu ini secara total telah menyalurkan donasi senilai Rp 48,5 miliar. Di antaranya dalam bentuk 8.035 helai baju pelindung diri, 100.950 masker medis, 35.200 alat tes Covid-19 (rapid dan swab), 34 ventilator, mobil lab PCR swab, 24.271 sembako, 50 tangki air, 31.193 obat-obatan dan alat medis lainnya, serta bantuan lain ke rumah sakit rujukan Covid-19 milik BUMN dan berbagai rumah sakit umum rujukan lainnya.

“Seluruh donasi ini diberikan kepada rumah sakit serta masyarakat di wilayah operasi perusahaan-perusahaan Grup Barito Pacific sebagai bentuk solidaritas perusahaan untuk turut membantu masyarakat mengatasi pandemi Covid-19,” kata Agus Salim Pangestu, Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk.

Pengaturan pemberian bantuan ini dilakukan baik di level grup maupun masing-masing anak usaha. Di level grup, Agus menjelaskan, jajaran manajemen berdiskusi langsung dan bertukar informasi tentang kebutuhan dan jumlah bantuan, lalu implementasinya berkoordinasi dengan Yayasan Bakti Barito. Sementara pada level anak usaha, manajemennya juga memiliki kewenangan memutuskan besaran nilai bantuan dan penerima bantuan, yang kemudian dikerjakan oleh tim social responsibility masing-masing perusahaan.

“Seluruh bantuan diputuskan dan dikerahkan dengan keputusan dari masing-masing presiden direktur sebagai pemimpin tertinggi perusahaan. Ini adalah bentuk keterlibatan pemimpin tertinggi dan komitmen perusahaan dalam melaksanakan program ini (penanggulangan Covid-19) serta program bantuan lainnya,” papar Agus. “Adapun sumber pendanaan untuk kontribusi sosial kemasyarakatan ini berasal dari masing-masing perusahaan dan yayasan,” tambahnya.

Dalam tahap perencanaan sasaran penerima bantuan, putra Prajogo Pangestu ini melanjutkan, perusahaan membentuk tim lapangan yang merupakan bagian dari tim social responsibility. Setiap tim lapangan melakukan pendataan langsung di daerah masing-masing, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan rumah sakit setempat. Kemudian, data tersebut diberikan kepada manajemen tiap perusahaan.

Selain berdasarkan pendataan tim lapangan, proses perencanaan juga dilakukan berdasarkan arahan langsung dari manajemen senior grup (Barito), yayasan (Bakti Barito), dan manajemen senior anak usaha. “Pendataan penerima bantuan dilakukan berdasarkan pendataan tim lapangan maupun arahan langsung dari manajemen senior,” kata Agus.

Ia menjelaskan, program kontribusi sosial dan kemasyarakatan Grup Barito Pacific, baik terkait Covid-19 maupun yang rutin dilakukan sebelumnya, sejatinya berkiblat pada Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan kata lain, seluruh program yang digelar ditargetkan memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan. Karenanya, dalam urusan pengukuran dampak sosialnya, mereka menggunakan kriteria berdasarkan target pencapaian SDGs. Adapun yang melakukan pengukuran adalah tim pelaksana di tiap anak usaha, juga Yayasan Bakti Barito.

Konkretnya, dalam mengukur dampak sosial program yang dilakukan, anak-anak usaha Barito Pacific dan Yayasan Bakti Barito menggunakan social mapping sebagai baseline data program. Lalu, menggunakan pengukuran social return on investment (SROI) sesuai dengan kriteria PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (*)

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)