Telkom Indonesia, Optimalisasi Digital untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Bantuan alat kesehatan dari Telkomgroup. (Foto: telkom.co.id).
Bantuan alat kesehatan dari Telkomgroup. (Foto: telkom.co.id).

Saat ini, industri telekomunikasi memegang peran vital di Tanah Air. Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang membuat hampir semua kegiatan dijalankan secara jarak jauh, keberadaan industri telekomunikasi mutlak diperlukan untuk menyokong jalannya kelancaran aktivitas tersebut.

Pola hidup dan kebutuhan masyarakat berubah. Pembatasan aktivitas fisik mengakibatkan adopsi digital masyarakat meningkat lebih cepat. Dapat dikatakan, pandemi Covid-19 telah mengakselerasi transformasi digital dalam berbagai aspek kehidupan.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. meyakini bahwa digitalisasi di satu sisi telah mendisrupsi berbagai bidang dan sektor usaha. Di sisi lain, digitalisasi juga memberikan peluang yang sangat besar bagi bangsa ini untuk dapat meningkatkan daya saing secara cepat dan efisien. Dengan demikian, pada akhirnya, Indonesia akan dapat melakukan leapfrog untuk sejajar dengan negara maju dunia lainnya dalam waktu singkat.

“Sebagai BUMN dan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom berkomitmen untuk terus berupaya mendukung beragam upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” kata Pujo Pramono, VP Komunikasi Korporat PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Secara umum, ada sejumlah dukungan Telkom untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan membantu masyarakat yang terdampak. Antara lain, dukungan konektivitas, yaitu dengan, pertama, menyediakan jaringan di area pusat penanganan Covid-19, baik fixed broadband maupun mobile broadband, meliputi rumah sakit darurat, Posko Bersama BUMN, Command Center RS BUMN, Satellite News Gathering Badan Nasional Penanggulangan Bencana (SNG BNPB), dan Kementerian Kesehatan.

Kedua, memonitor peningkatan trafik seluler, khususnya pada area permukiman/perumahan untuk mengantisipasi penambahan kapasitas dan optimalisasi jaringan berupa pendistribusian trafik pada base transceiver stasions.

Ketiga, menyiapkan teknisi yang tetap secara aktif memenuhi permintaan pelanggan sehubungan dengan lonjakan permintaan pasang baru dan peningkatan kualitas layanan, meskipun dihadapkan dengan kondisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Keempat, mengecek kualitas layanan secara real-time melalui Telkom Integrated Operation Center sebagai pusat monitoring infrastruktur dan layanan Grup Telkom yang beroperasi 24 jam 7 hari seminggu dengan media teleconference dan video conference yang terhubung ke seluruh Network Operation Center di Grup Telkom.

Berikutnya, dukungan platform dan aplikasi. Dengan infrastruktur dan kompetensi yang dimiliki, Telkom mendukung penanganan Covid-19 dengan mengoptimalkan digitalisasi.

Untuk menekan angka penyebaran virus, Telkom mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui aplikasi PeduliLindungi. Ini adalah aplikasi yang mampu memberikan informasi risiko adanya virus Covid-19 di lingkungan sekitar, sehingga masyarakat dapat waspada untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan sebisa mungkin menghindari tempat-tempat tersebut. Aplikasi ini melakukan tracing (penelusuran) dan tracking (pelacakan) lokasi masyarakat dengan menggunakan teknologi bluetooth yang terenkripsi dan aman digunakan.

Selain aplikasi PeduliLindungi, Telkom juga mendukung kebutuhan dokumentasi data terkait Covid-19 bagi instansi yang terlibat dalam penanganan Covid-19, seperti BNPB dan Kementerian BUMN. Tak hanya itu, MDI Ventures selaku anak usaha Telkom membuat inisiatif yang didukung oleh empat startup binaannya, yaitu Kata.ai, Qiscus, Volantis, dan Qlue.

Seiring dengan berjalannya waktu, terdapat beberapa startup lain yang berpartisipasi menawarkan solusi menghadapi Covid-19 dalam situasi PSBB. Antara lain, Paket.id, Alodokter, Opsigo, dan PrivyID.

Untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional, Telkom bersama delapan BUMN menjalankan inisiatif Kementerian BUMN, yaitu Pasar Digital (PaDi) UMKM. Ini adalah platform aplikasi agregator e-commerce bagi UMKM untuk memperoleh akses pasar lebih luas, khususnya dari BUMN.

Kehadiran PaDi UMKM memberikan beragam keuntungan bagi UMKM, seperti akses pasar yang lebih luas hingga BUMN, e-commerce skala lokal dan global, pembiayaan/permodalan, dan insight untuk peningkatan kualitas produk. “Hal ini dapat mendorong UMKM go digital dan berdaya saing sehingga dapat mendukung akselerasi ekonomi digital Indonesia,” ungkap Pujo.

Kini Telkom mendukung upaya pemerintah dalam pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Yaitu, dengan menyediakan sistem infrastruktur informasi dan Satu Data Vaksinasi Covid-19 sehingga distribusi vaksin dapat optimal, tepat waktu, dan tepat sasaran. Telkom menyediakan platform big data, cloud, dan pusat data, serta keandalan jaringan konektivitas yang menjadi kompetensi dan keunggulannya, sehingga dapat menjamin akses informasi serta data distribusi vaksin sesuai dengan kebutuhan pemerintah.

Terkait pendataan vaksinasi, sistem infrastruktur Satu Data Vaksinasi Covid-19 akan mengintegrasikan data dari berbagai sumber, baik kementerian, lembaga, maupun operator telekomunikasi untuk validitas calon penerima vaksin. Sistem ini mendukung dashboard filtering untuk menentukan daerah dan penduduk prioritas hingga jadwal sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Ada lagi dukungan produk dan layanan, seperti IndiHome yang memberikan insentif/diskon kepada masyarakat selama pandemi Covid-19 melalui berbagai program. Di antaranya, IndiHome Learning from Home, salah satu paket khusus yang mendukung anak didik Indonesia yang sedang melakukan aktivitas belajar dari rumah.

Kemudian, melalui Telkomsel. Misalnya, berkolaborasi dengan platform pendidikan digital, aplikasi, dan institusi pendidikan, Telkomsel memberikan akses data gratis hingga 30 GB ke situs-situs pendidikan/e-learning bagi pelajar, berkolaborasi dengan institusi pendidikan, serta mendukung akses jaringan pada institusi kesehatan dan penjual makanan-kebutuhan pokok untuk mengantar ke rumah.

Telkom juga memberikan dukungan bagi pelanggan korporasi dan wholesale yang terdampak dalam bentuk keringanan pembayaran. Lalu, ada lagi bantuan sosial dan CSR untuk sarana kesehatan, seperti alat pelindung diri (APD), masker, sanitizer, disinfektan, alat ekstraksi dan deteksi Covid-19, dan bersama Sinergi BUMN membeli alat medis untuk percepatan pengujian corona di 10 provinsi. 

Dukungan bantuan sosial dan CSR juga melalui social safety net, jaring pengamanan sosial, yaitu pembagian sembako kepada keluarga prasejahtera, sektor pekerja informal, serta korban PHK. Lalu, pembinaan UMKM dan webinar sebagai langkah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, serta sosialisasi dan komunikasi.

“Telkom juga secara proaktif terus melakukan berbagai kegiatan preventif bagi karyawan di lingkungan kerja, baik yang bekerja di kantor maupun yang bekerja dari rumah, yang keseluruhannya diawasi secara kontinyu melalui satuan tugas yang dibentuk untuk penanganan pandemi virus ini,” Pujo menjelaskan.

Guna mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19, Telkom telah membentuk Satuan Tugas Covid-19 Crisis Center Telkom yang dikeluarkan melalui surat keputusan Direktur Utama pada Maret 2020. Satgas internal ini melibatkan seluruh unit fungsional dan regional serta seluruh anak perusahaan secara terpusat di bawah komando Direktur Human Capital Management Telkom.

Satgas memiliki mekanisme yang sistematis, teratur, dan terlembagakan, mulai dari merencanakan program bantuan, mengelola program, memantau dan mengkaji dampak sosial, serta merancang kesinambungan program Telkom dalam mendukung penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Dalam Satgas terdapat bidang-bidang yang menjadi fokus untuk penanganan Covid-19, seperti bidang tanggap darurat (terdiri dari subbidang pencegahan dan penanganan medis serta subbidang pendukung kesehatan masyarakat), bidang business continuity, bidang pemulihan SDM, bidang infrastruktur dan TI, bidang pusat data, bidang komunikasi, hingga koordinator di Telkom regional.

“Setiap bidang bertanggung jawab untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk pada bidang yang berperan dalam identifikasi penerima bantuan, jenis bantuan yang akan diberikan, hingga mekanisme pemberian bantuan,” kata Pujo. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh anggota Satgas dievaluasi secara harian dan dilaporkan langsung ke Sekretaris Satgas. Laporan harian tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan program yang telah dilaksanakan dan membantu Satgas dalam membuat improvement agar program dapat terlaksana lebih baik lagi.

Berbagai platform dan aplikasi Telkom telah digunakan pemerintah dan masyarakat dalam penanganan pandemi serta pemulihan ekonomi. Dampak sosialnya dapat diukur melalui berbagai aplikasi digital yang digunakan tersebut. Contohnya, platform Satu Data Vaksinasi Covid-19; Telkom diberi tanggung jawab untuk membangun sistem infrastruktur back-end seperti platform big data, cloud, dan pusat data untuk mengintegrasikan data vaksin masyarakat dari berbagai sumber. Satu Data Vaksinasi Covid-19 mampu mengetahui jumlah masyarakat di seluruh Indonesia yang telah divaksin sehingga menjadi alat ukur pemerintah untuk memantau hasil pelaksanaan program vaksin di seluruh Indonesia.

Selain itu, aplikasi PeduliLindungi memberikan dampak sosial bagi masyarakat dan pemerintah untuk melakukan tracking dan tracing serta mengetahui wilayah penyebaran virus. Saat ini aplikasi PeduliLindungi juga digunakan untuk menginformasikan jadwal dan sertifikat vaksin kepada masyarakat.

Dari sisi ekonomi, melalui PaDi UMKM, dapat memonitor jumlah UMKM yang telah bergabung sekaligus besaran transaksi yang tercatat sebagai kontribusi pada peningkatan ekonomi digital Indonesia.

Dari sisi bantuan sosial dan CSR, berbagai program Telkom memberikan dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat. Contoh dampak tidak langsung: programpemberdayaan UMKM memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis lokal untuk tetap dapat menjalankan aktivitas bisnis yang tengah tergerus akibat pandemi, antara lain dengan memproduksi barang/jasa yang ditujukan bagi masyarakat, seperti APD, masker untuk tenaga kesehatan, masker untuk teman tuli, dan bingkisan Lebaran. (*)

Dede Suryadi dan Jeihan Kahfi Barlian

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)