Ratna Kuhn: Percaya Diri dengan Label Sendiri

Bagi Ratna Dewi Katarina Panudiana Kuhn, BBusCom Mdipl&Trade (24 tahun) dan Surya Ayu Paulina Panudiana Kuhn, BCom (27 tahun), bisnis garmen bukan merupakan hal baru. Sejak masih balita, kakak beradik ini kerap bermain di pabrik garmen. Gulungan kain berwarna-warni, kancing dan benang merupakan sarana bermain paling mengasyikkan bagi mereka.

Ratna Dewi Katarina Panudiana Kuhn Ratna Dewi Katarina Panudiana Kuhn

Sang ayah, Panudiana Kuhn, sudah 30 tahun malang melintang di bisnis garmen, sepulang Kuhn dari Jerman. Pada 1981, Kuhn dan istrinya yang asal Jerman memulai bisnisnya dengan membeli kulakan baju Bali di sebuah pasar tradisional, kemudian dijual kembali di tokonya, CV Diana di Kuta. Seiring munculnya permintaan khusus dari pembeli yang tidak mungkin diperoleh dari kulakan, Kuhn lalu mulai mempekerjakan seorang tukang jahit untuk memenuhi permintaan pelanggannya.

Ternyata bisnisnya bertambah besar hingga pernah mempekerjakan sekitar 500 penjahit dan mampu menghasilkan rata-rata 50 ribu potong pakaian per bulan di bawah bendera PT Dianatina Ayu Garment. Seiring keberhasilannya di bisnis garmen, Kuhn juga merambah bisnis kargo lewat PT Diana Surya Ratna Cargo pada 1990, serta bisnis hotel, vila dan properti di Bali dan Yogya pada 1994.

Sebagai putri kedua yang dilahirkan pada masa keemasan bisnis garmen, Ratna yang ditemui di pabrik garmen keluarganya di kawasan Simpang Siur, Kuta, Bali, mengaku pabrik garmen orang tuanya merupakan tempat bermain paling mengasyikkan bersama sang kakak, Surya Ayu Paulina. “Dari kecil kami sudah main kain, kami sudah biasa buat baju sendiri,” ujar Ratna.

Ratna dan kakaknya yang sejak di bangku sekolah menengah menuntut ilmu di Australia, mengaku sudah merupakan kebiasaan bila libur sekolah dan pulang ke Bali mereka bekerja di salah satu perusahaan keluarga. “Kami terbiasa kerja dari pagi sampai sore, sama seperti pekerja yang lain,” ungkap Ratna. “Secara otomatis kami jadi tenggelam dalam urusan bisnis,” ia menambahkan. Ratna bersyukur sang ayah memberi mereka kesempatan untuk mengenal seluk-beluk bisnis sejak dini dengan bekerja langsung.

Ratna Dewi Katarina Panudiana Kuhn &  Surya Ayu Paulina Panudiana Kuhn Ratna Dewi Katarina Panudiana Kuhn & Surya Ayu Paulina Panudiana Kuhn

Sang kakak, Surya Ayu, menurut Ratna, langsung memutuskan ke Bali dan menjabat sebagai wakil direktur di perusahaan garmen sang ayah begitu menyelesaikan kuliahnya di Australia 6 tahun lalu. Begitu pula Ratna, setamat S-1, ia langsung bekerja full time di PT Diana Surya Ayu Cargo.

Ratna mengaku tidak mendapat perlakuan istimewa dari sang ayah, dan harus mulai dari bawah untuk bisa paham benar seluk-beluk bisnis kargo. Dua tahun bekerja, Ratna kembali lagi ke Monash University Australia untuk meraih gelar master diplomasi dan perdagangan internasional yang bisa diselesaikan pada akhir 2011 dan langsung memilih bergabung dengan sang kakak di garmen dibanding kembali ke kargo. ”Dunia fashion lebih menarik,” kata Ratna berkilah.

Gebrakan pertama yang dilakukan kakak beradik ini adalah meluncurkan label sendiri, Paulina Katarina, yang merupakan gabungan nama tengah mereka berdua. “Sekarang kami tidak hanya memproduksi untuk label lain, tapi kami produksi label sendiri,” kata Ratna. Mulai dari desain hingga produksi mereka tangani sendiri. “Label sendiri ini juga merupakan salah satu strategi untuk menghidupkan bisnis garmen keluarga kami,” ujar Ratna.

Sejak diluncurkan pada awal 2012, Ratna mengaku sudah mampu memasok produk berlabel Paulina Katarina ke 10 butik di seputar Seminyak, Oberoi, Kuta, serta mulai diekspor ke Singapura dan Australia dengan sistem konsinyasi. Penjualan juga dilakukan secara online. Dengan harga berkisar Rp 200 ribu-1,5 juta per item, label Paulina Katarina mampu memberikan kontribusi 10% dari total pendapatan PT Dianatina Ayu.

Ratna menyadari belum banyak yang bisa mereka lakukan untuk membesarkan bisnis garmen yang telah dirintis sang ayah. Selain meluncurkan produk berlabel sendiri yang diharapkan bisa meraup pasar domestik dan Asia, kakak beradik ini juga kemarin sukses membawa PT Dianatina Ayu sebagai penerima penghargaan Primaniyarta 2012 kategori UKM Ekspor.

Didin Abidin Mas'ud dan Silawati

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)