Adira Insurance, Kian Dalam Peluk Digital

Julian Noor, Presiden Direktur Adira Insurance

Seperti perusahaan asuransi lainnya –juga pelaku bisnis pada umumnya– manajemen Adira Insurance menyadari mereka harus menghadapi disrupsi. Terutama, dengan berkembangnya teknologi yang begitu pesat.

Menyadari perubahan itu tak bisa dielakkan, mereka pun memilih untuk memeluknya ketimbang menjauhinya. Mereka tahu, untuk jadi pemenang, jalur ini memang harus ditempuh. Dari sisi proses kerja internal, misalnya, sejumlah perubahan dilakukan. Selain paperless, sejak tahun lalu gaya kerja menjadi working at home. Sekitar 100 orang sudah menerapkannya. Mereka menggunakan pola 4:1 (empat hari di rumah, sisanya di kantor). Kemudian, ada area co-working space yang bisa digunakan pekerja dengan terlebih dahulu memesan meja kerja. Perubahan ini semua diharapkan akan membuat proses kerja menjadi efisien, juga memberikan kemudahan dan kecepatan layanan kepada konsumen.

Dalam hal menjangkau konsumen, pada tiga tahun terakhir jalur kanal digital (aggregator, marketplace, dan website) yang telah dibuka, terlihat kian berdenyut. Pembelian asuransi dari jalur ini terus meningkat setiap tahunnya. Terakhir, mencapai 400 persen dari tahun 2017 ke 2018. 

Yang menarik, Julian Noor, Presiden Direktur Adira Insurance, mengakui sekalipun kanal digital terus meningkat, dampaknya terhadap total bisnis perusahaan ternyata belum begitu terasa. “Comparing terhadap premi yang kami dapatkan, itu relatif masih kecil, mungkin masih di bawah 5 persen,” ungkapnya. Namun, dia meyakini kontribusinya akan terus bertambah. Karena itulah, Adira Insurance terus menyiapkan infrastrukturnya, terutama yang menyangkut big data.

Kendati membangun infrastruktur digital sangat penting, pengembangannya menurut Julian tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Manajemen harus meyakinkan pemegang saham bahwa investasi yang dikucurkan bisa memberikan hasil. Kendala lainnya, potensi kegagalan mengingat teknologi berubah demikian cepat.

Namun, ini tetap harus dilakukan. Prinsip mereka: potensi digital begitu besar. Bila terlambat menangkapnya, mereka akan tertinggal. “Even sekarang agen-agen kami sudah menjual memakai aplikasi, tidak lagi memakai kertas dan tanda tangan,” kata Julian.

Jalur digital kian dipeluk tak terlepas dari perkembangan pasar. Bila dipetakan, Adira Insurance membidik dua segmen pasar: korporasi dan individual. Segmen korporasi itu sendiri terbagi dua, yakni korporasi konvensional dan yang berasal dari perusahaan startup. Yang konvensional terlihat nyaman dengan proses bisnis yang ada. Sementara yang startup membeli asuransi cenderung lewat online.

Adapun untuk pasar individual, Adira Insurance melihat mereka harus bersiap di jalur digital. Karena, dalam 10 tahun ke depan, generasi milenial sekarang --yang bisa dikatakan merupakan generasi digital dan connected-- akan meneruskan kebiasaan yang dilakukannya saat ini.

Yang pasti, untuk konsumen di dua segmen ini, sisi pelayanan terus ditingkatkan. Salah satunya, menyediakan layanan yang disebut “klaim satu jari beres”. Persisnya: Adira Insurance menyediakan aplikasi Autocillin Mobile Claim Application yang bisa diunduh melalui appstore atau playstore. Dengan aplikasi ini, konsumen bisa melakukan klaim bila terjadi hal yang tidak diinginkan atas kendaraannya. Cukup dengan jarinya, dia bisa melaporkan serta memotret kerusakan yang terjadi, lalu dihubungkan dengan bengkel terdekat atau mobil pengangkut jika dibutuhkan. “Mungkin kami cukup maju dibandingkan perusahaan lainnya,” Julian mengklaim.

Sejauh ini, Autocillin tetap menjadi produk andalan Adira Insurance. Kemudian, ada Medicilin untuk produk kesehatan dan Travelin yang menjadi tren karena generasi milenial senang bepergian. “Komposisinya masih Autocillin yang paling besar,” katanya. Kendati demikian, asuransi perjalanan diprediksi memberikan peluang bisnis yang besar karena anak-anak muda zaman sekarang suka melancong. 

Di tengah persaingan bisnis yang ketat, manajemen Adira Insurance berharap mereka terus berkembang. Tahun 2018, premi tumbuh di atas industri (15 persen), demikian juga tingkat profitabilitas yang naik 18 persen. “Target tahun ini (tetap) double digit. Kalau melampaui tahun lalu, sangat bagus,” Julian menjelaskan.

Untuk mencapai target tersebut, selain memantapkan langkah yang sudah ditempuh, Adira Insurance juga menyiapkan beberapa jurus. Di antaranya, menyiapkan inovasi digital baru. Mereka pun berencana menggelar satu aksi korporat yang tengah menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Akan ada investor dari luar yang masuk. “Ini akan menjadikan kami global player (dari sebelumnya local player), dan ini merupakan lompatan strategi kami,” kata Julian.

Teguh S. Pambudi & Niken S. Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)