Kurniamitra Duta Sentosa, Andalkan SDM Profesional, Bangun Kepercayaan Pelanggan

Hengky Wijaya, pemilik PT Kurniamitra Duta Sentosa (KDS).

Bisnis yang digelutinya memang terbilang langka. Namun, bagi Hengky Wijaya, pemilik PT Kurniamitra Duta Sentosa (KDS) --perusahaan di bidang perdagangan produk bahan makanan, minuman, dan peralatan penunjang-- justru kelangkaan itu memperkuat diferensiasi yang dimiliki. Didirikan tahun 2000, KDS tidak hanya melakukan perdagangan produk makanan & minuman (food & beverage/F&B), tetapi juga memberikan nilai tambah kepada pelanggan dengan memberikan pelayanan solusi terpadu (one stop solution) .

Hengky mengatakan, menggeluti dunia F&B telah lama dicita-citakannya. Sejak usia sekolah, ia sudah tertarik berbisnis, terutama bisnis minuman. “Lalu, saya mendapat beasiswa Cochran Fellowship Program US dan Executive Education Program in Food & Marketing System di Saint Joseph’s University Philadelphia, Amerika Serikat, pada tahun 1997. Dari sinilah minat saya di bisnis F&B terpupuk,” kata pria yang pernah bekerja di sektor kontraktor dan alat berat ini.

Mulanya, Hengky menjadi importir dan distributor tunggal Caffe D’ Amore, minuman frappe mix, produk dari AS untuk dipasarkan di Indonesia. Menurutnya, peluang produk tersebut sangat besar dan dapat diterima oleh masyarakat Indonesia di segala lapisan pasar, baik tua maupun muda, karena dapat diminum panas ataupun dingin; serta dapat menjadi campuran minuman lain, seperti kopi dan susu.

Namun, perjalanan tidak semulus yang dibayangkan. Hengky mendapat tantangan tidak mudah dari pelanggan yang saat itu belum mengenal produk Caffe D’ Amore. “Seiring berjalannya waktu, kami dapat membuktikan kepercayaan, baik dari distributor maupun pelanggan,” ujarnya.

Selain tantangan kepercayaan, ia juga menghadapi tantangan permodalan yang masih sangat minim serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM). “Semua tantangan tersebut kami hadapi dengan memberikan kepercayaan kepada produsen dan pelanggan, serta tekun menjalani semuanya sehingga dapat dilewati dengan baik,” kata Hengky bangga.

Dengan kesabaran dan penuh kehati-hatian, KDS berhasil melakukan transformasi bisnis berkat pendanaan dari pasar modal serta tercatat di PT Bursa Efek Indonesia. Sejak pertama kali ditunjuk menjadi distributor, KDS menunjukkan performanya sehingga mengalami pertumbuhan cukup pesat. “Di luar itu, kami juga tetap mengembangkan strategi dengan cara menjual produk-produk F&B dengan varian atau rasa lain, tetapi tetap fokus pada bisnis food and beverage services,” Hengky menandaskan.

Pengembangan varian produk dilakukan dengan menghadiri ekshibisi atau ekspos produk F&B, baik skala nasional maupun internasional. Sehingga, KDS punt memperoleh informasi dan pengetahuan (insight) tentang tren F&B dan tren apa yang dapat diterima oleh masyarakat di Tanah Air khususnya, serta mengikuti perkembangan. Dikatakan Hengky, “Perseroan berkeyakinan bahwa strategi yang dilakukan saat ini dapat menciptakan pertumbuhan yang stabil serta berkesinambungan di masa mendatang.”

Menurutnya, perusahaan selalu berupaya merekrut SDM yang memiliki pengalaman di bidang F&B. Perusahaan juga senantiasa melakukan riset dan pengembangan terhadap produk F&B, bagaimana agar dapat menciptakan nilai tambah dengan membuat resep minuman baru yang mengikuti perkembangan serta dapat diterima masyarakat. Dalam hal ini, perseroan sangat selektif terhadap produk yang diberikan ke pelanggan dan senantiasa memperbarui dengan mengikuti tren beverage di dunia.

Selain itu, KDS pun sering mengadakan roadshow, dan setiap tahun menyelenggarakan kompetisi di bidang beverage dan coffee. Event ini telah diadakan lebih dari 10 tahun dengan tujuan utama mencari bakat dan potensi anak-anak muda di Indonesia, khususnya di industri beverage dan coffee. “Dari kompetisi tersebut, bartender/barista terbaik kami kirim untuk mengikuti lomba berskala internasional yang pesertanya diakui sebagai beverage expert di dunia.” katanya.

Lantas, bagaimana performa KDS sekarang? Dari 2017 hingga 2019, rata-rata pertumbuhan perseroan secara CAGR sebesar 31,5%. Pertumbuhan terbesar pada 2018-2019, sebesar 58,7%.

Total karyawan KDS per September 2020 kurang-lebih 75 orang dengan kompetensi dan profesional yang berbeda-beda. Sekarang KDS punya 10 merek dengan 200 SKU. Selain mendistribusikan produk dari luar negeri, KDS juga mendistribusikan produk lokal. Sekarang komposisinya 60% dari luar, 40% lokal. Pihaknya ingin ke depan sebanding rasionya.

”Intinya, kami memiliki strategi untuk memdiversifikasi produk susu (dairy), kopi, tapioca pearl (boba), jeli, dan selai (jam) dengan varian rasa yang berbeda-beda serta mendistribusikan ke daerah-daerah yang saat ini masih memiliki potensi pertumbuhan dengan menjangkau para pelanggan baru,” Hengky menjelaskan.

Prioritas KDS, menurutnya, masih international chain store, local chain store, serta restoran, kafe, fast food, hotel, dan katering. Mengenai ukuran, KDS digolongkan sebagai perusahaan skala menengah. Berdasarkan laporan keuangannya, penjualan perseroan tahun 2019 sekitar Rp150 miliar.

Apa pun situasinya dan seberapa pun besaran kapitalisasinya, Hengky mengakui, salah satu kunci keberhasilan adalah SDM yang profesional, yang memiliki kompetensi di bidangnya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Kunci keberhasilan lainnya, membangun kepercayaan serta relasi yang panjang dengan distributor dan pelanggan.

Hengky kini sudah mulai ancang-ancang. Perusahaannya yang sekarang membidangi food services yang telah melayani dan menjual produk-produk bahan makanan-minuman berkualitas dengan merek premium kepada pelanggan diharapkan akan terus meningkatkan penjualan produk F&B. “Kami berharap dapat mencatatkan pertumbuhan penjualan 20-30% per tahun,” ujarnya.

Berikutnya, untuk mempertahankan marjin laba bersih sekitar 20%, KDS berupaya memperluas wilayah pemasaran sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. “Dalam jangka pendek, kami akan membuka showroom dan jalur distribusi yang baru di kota besar yang masih memiliki potensi penjualan yang tinggi,” ungkap Hengky. Dalam jangka menengah, KDS akan mencari varian produk-produk baru yang lebih updated (kekinian) dan dapat diterima oleh bisnis F&B Tanah Air. Juga, memiliki marjin yang cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan kinerja laba perusahaan.

Hengky percaya, tidak ada perusahaan yang punya strategi yang sama. Begitu pula strategi ekspansi yang dijalankan. Memiliki lebih dari 50 prinsipal merek, 500 lebih SKU, dan lebih dari 10.000 pelanggan --termasuk 200-an subdistributor yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia melayani industri F&B di Tanah Air dan mancanegara-- ia yakini akan membawa KDS ke jenjang pertumbuhan yang menaksjubkan.

“Industri kami tengah berkembang seiring dengan banyaknya anak muda yang ingin jadi entrepreneur. Kalau bisnis KDS ini besar, bukan tidak mungkin kami bisa membuka lapangan kerja baru, terutama di subdistributor,” kata Hengky yang juga memberi jasa konsultasi bagi wirausaha muda di bisnis F&B ini. (*)

Dyah Hasto Palupi/Andi Hana Mufidah Elmirasari

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)