Ruangguru, Laju Bisnis Cepat, Investor Pun Terpikat

Belva Devara, co-founder dan CEO Ruangguru.
Belva Devara, co-founder dan CEO Ruangguru.

PT Ruang Raya Indonesia, yang dikenal sebagai Ruangguru, semakin berkibar dan telah menjelma sebagai perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara, seiring dengan aliran dana dari para investor. Pada Mei 2021, misalnya, PT Multipolar Tbk., melalui anak perusahaannya, PT Nusa Jaya Cipta, menggelontorkan investasi senilai Rp 21 miliar dengan persentase kepemilikan di Ruangguru sebesar 3,38%.

Manajemen Multipolar, seperti yang disampaikan pada keterbukaan informasi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli lalu, menyebutkan bahwa perseroan telah berinvestasi di Ruangguru sejak beberapa tahun lalu. “Perseroan melihat investasi di bidang pendidikan adalah investasi yang menarik,” ujar Agus Arismunandar, Direktur Multipolar, menanggapi investasi perusahaannya di Ruangguru.

Sebelumnya, Ruangguru menggalang pendanaan sebesar US$ 55 juta atau setara Rp 801 miliar (kurs Rp 14.566) pada April 2021. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Tiger Global Management, menyusul pendanaan sebelumnya sebesar US$ 150 juta dari General Atlantic dan GGV Capital di Desember 2019. Investor awalnya adalah East Ventures, Venturra Capital, dan UOB Venture Management. Penambahan dana ini menambah bahan bakar Ruanguru untuk mengakselerasi ekspansi bisnis di Indonesia serta memperluas sayap bisnis ke Vietnam dan Thailand.

“Kami sudah ekspansi ke Vietnam pada 2019 dengan nama Kien Guru, dan ke Thailand pada 2020 dengan nama Start Dee. Ekspansi kami lakukan ke Vietnam dan Thailand berdasarkan peluang yang ada di pasar dan minat pasar terhadap solusi pembelajaran online,” kata Belva Devara, co-founder dan CEO Ruangguru.

Penetrasi layanan pendidikan online di Asia Tenggara berpeluang mencatatkan pertumbuhan di masa mendatang. Demi mengembangkan skala bisnis, Ruangguru meluncurkan beragam inovasi, antara lain mengenalkan Roboguru; mengembangkan Skill Academy. pusat pembelajaran blended learning secara online-offline di 18 cabang Brain Academy di 10 kota seluruh Indonesia; meluncurkan Adapto di Juli 2021 sebagai video belajar adaptif yang pertama di Indonesia; merilis English Academy, kelas live teaching online terjangkau dengan kurikulum Cambridge, pada Januari 2021; serta menghadirkan inovasi video belajar animasi interaktif untuk pelajar SD kelas 4, 5, dan 6 untuk meningkatkan semangat belajar online dan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2021.

Untuk mengembangkan fitur inovatif, Belva menerangkan, Ruangguru mengusung budaya kolaborasi untuk menghasilkan kreasi inovatif di dunia pendidikan. Ini menyokong laju bisnisnya yang menggelinding mulus. “Ruangguru terus mengalami pertumbuhan yang baik di tahun lalu. Ruangguru telah melayani lebih dari 22 juta pengguna di Indonesia, Vietnam, dan Thailand,” tutur Belva. Jumlah pengguna di tahun lalu itu bertambah 7 juta, naik 46% dibandingkan jumlah pengguna di 2019.

Adapun valuasi Ruangguru, seperti disebutkan BEI, berkisar US$ 100 juta hingga US$ 1 miliar (Rp 1,45 triliun hingga Rp 14,48 triliun) yang berkategori perusahaan centaur atau setingkat di bawah level unicorn. I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, mengatakan, pihaknya menjalin komunikasi dengan centaur.

“Untuk mempersiapkan perusahaan-perusahaan masuk ke bursa itu tidak kami lakukan dalam waktu semalam, jadi benar dari centaur itu yang sudah berkomunikasi. Paling tidak, ada lima centaur yang sudah kami ajak diskusi terkait informasi IPO,” kata Nyoman pada Edukasi Wartawan terkait IPO (initial public offering) unicorn di Jakarta pada 28 Juli 2021.

Walau Ruangguru tak disebutkan sebagai centaur yang menjajaki IPO, investor menanti sepak terjangnya di masa mendatang. Sebab, perusahaan ini disebut-sebut telah mencetak laba serta menarik minat investor di pasar modal. (*)

Herning Banirestu & Vicky Rachman

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)