Transkon Jaya, Sukses di Bisnis Penyewaan Mobil, lalu Ekspansi ke ISP

Lexi Roland Rompas, Direktur Utama Transkon.
Lexi Roland Rompas, Direktur Utama Transkon.

Tanggal 27 Agustus 2020 menjadi tonggak penting bagi PT Transkon Jaya Tbk., perusahaan asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang berdiri sejak 2002. Saat itu, di tengah situasi pandemi, Transkon mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). “Kami berhasil menghimpun dana Rp 93,75 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan unit armada baru dan memperkuat suku cadang atau logistik,” kata Lexi Roland Rompas, Direktur Utama Transkon.

Awalnya, Transkon menggeluti bisnis sebagai pemasok suku cadang dan aksesori untuk kendaraan khusus di daerah konsesi pertambangan. Lexi menjelaskan, modal awal pendirian perusahaan ini sebesar Rp 1 miliar, sedangkan modal disetor Rp 250 juta. Modal awal digunakan untuk pengadaan sparepart dan pembelian kendaraan. “Di awal kami hanya memiliki enam kendaraan rental dan satu kendaraan operasional,” katanya.

Namun, seiring dengan perkembangan usahanya, di tahun 2006 Transkon mulai menyewakan kendaraan operasional (light vehicle/LV) 4x4 dengan brand Transkon Rent yang menyasar pelanggan dari perusahaan pertambangan di Kalimantan. Selain itu, melihat potensi yang dapat dikembangkan perusahaan, tahun 2011 Transkon menambah lini bisnis baru dengan menjadi perusahaan penyedia layanan internet (internet service provider/ISP) di wilayah Kalimantan. Saat ini bidang usaha yang dijalankan Transkon, selain sebagai penyedia jasa penyewaan LV dan jaringan internet, juga menjual suku cadang dan aksesori kendaraan.

Untuk kendaraan yang disewakan, saat ini Transkon mengoperasikan sekitar 2.100 kendaraan, Jangkauannya hingga wilayah terpencil dan penyebarannya sudah di seluruh Indonesia. Selain di Kalimantan, pelanggan Transkon juga ada di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Tantangan yang dihadapi Lexi ketika memulai usaha tersebut adalah bagaimana meyakinkan para pemain di industri tambang agar mau menggunakan jasanya. Pasalnya, pengelola perusahaan tambang terbiasa menggunakan produk dari luar negeri, tetapi biayanya mahal. Namun, “Dari awal kami memiliki koneksi di beberapa perusahaan tambang. Kami melakukan penetrasi ke mereka dan menjelaskan keuntungan memakai produk atau jasa kami,” katanya.

Diferensiasi yang diusung perusahaannya, kata Lexi, pertama, memiliki kekhususan pada armada 4x4 (double cabin). Kedua, pangsa pasar pada sektor pertambangan. “Diferensiasi tersebut didukung pula oleh kelebihan perseroan, yakni adanya service yang berkualitas terhadap kendaraan yang disewakan, fasilitas perbaikan di setiap lokasi pertambangan pelanggan, kemampuan menjangkau hingga wilayah terpencil, dan kemampuan finansial perseroan yang dapat diandalkan,” ia mengklaim.

Karena itu, menurut Lexi, meski ragam kendaraan dan harga sewa kalah dibandingkan dengan pesaing, Transkon memiliki posisi yang lebih unggul karena punya nilai lebih di mata pelanggan, yaitu berupa modifikasi kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan untuk menunjang kegiatan usaha mereka.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)