Tugu Mandiri, Melejit Berkat Transformasi

Donny J. Subakti, CEO PT AJ Tugu Mandiri

Salah satu perusahaan asuransi jiwa di Tanah Air yang dalam dua tahun terakhir berkinerja kinclong adalah PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri. Perusahaan asuransi yang sahamnya dimiliki Dana Pensiun Pertamina, PT Timah Tbk., dan Kementerian Keuangan RI ini terus menunjukkan pertumbuhan positif, dan kondisi keuangannya makin kuat sejak ditransformasi pada 2015. Hal ini juga mudah dibaca dari berbagai indikator keuangannya.

Tahun 2015, premi bruto Tugu Mandiri masih di level Rp 232 miliar, di 2018 mencapai Rp 762 miliar. Lalu, dana kelolaan investasi (AUM), di 2014 baru Rp 929 miliar, sedangkan pada 2018 mencapai Rp 2,35 triliun. Dari sisi laba sebelum pajak, tahun 2014 perusahaan ini nyaris tak ada untung karena setahun hanya Rp 1 miliar, sedangkan di 2018 sudah bisa untung Rp 38 miliar. Asetnya pun terus tumbuh, di 2014 baru Rp 637 miliar, di 2018 mencapai Rp 2,05 triliun. Dari parameter RBC, perusahaan ini juga cukup sehat. Tahun 2018 RBC Tugu Mandiri di level 167 persen (di atas batas minimal 120 persen yang menjadi aturan Otoritas Jasa Keuangan).

Transformasi yang dilakukan seluruh tim di Tugu Mandiri memang menunjukkan hasil positif. Banyak aspek yang kami kembangkan. Sebelumnya, perusahaan ini hanya bergantung pada captive market, dan untungnya sangat kecil, sehingga praktis tidak bisa melakukan pengembangan usaha,” ungkap Donny J. Subakti, CEO PT AJ Tugu Mandiri. Sejak ditugaskan menjadi CEO Tugu Mandiri pada 2015, Donny mengajak timnya segera mentransformasi perusahaan agar bisa survive dan makin berkembang.

Transformasi yang dimulai saat HUT Tugu Mandiri, 28 Juni 2015, ini diawali Donny dengan mengajak timnya berubah. Ia membentuk lima kelompok di perusahaannya (per kelompok terdiri dari 10 orang senior. minimal lima tahun bekerja di Tugu Mandiri) untuk menjadi champion perubahan. “Transformasi itu yang terpenting menggerakkan karyawan dan organisasi, sedangkan teknologi dan fasilitas hanya melengkapi kecepatan, ketepatan, dan keakurasian,” kata Donny yang lama berkarier di Grup Pertamina. Ia yakin, Tugu Mandiri sejatinya sudah memiliki tim yang kompeten dan loyal di bidang asuransi, hanya perlu visi baru, kekompakan, dan semangat baru agar lebih agresif dalam memperbaiki kinerja untuk kepentingan bersama.

Ada beberapa arah strategi yang dijalankan Donny dan timnya. Antara lain, memperkuat basis pasar. Sebelumnya, pendapatan premi Tugu Mandiri sangat bergantung pada, dan hanya bersumber dari, pasar captive, yaitu dari lingkungan pemegang saham (Grup Pertamina dan PT Timah). Waktu itu Tugu Mandiri belum memiliki tim dan strategi pemasaran yang memadai karena hanya fokus pada aspek teknik. “Ini yang coba kami kembangkan karena yang membuat masyarakat (calon nasabah) memilih produk kami salah satunya karena produknya kompetitif, didukung strategi marketing yang tepat,” kata Donny. Untuk itu, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (1982) ini juga memperkuat tim pemasaran, antara lain dengan merekrut karyawan baru di bidang tersebut yang sebelumnya tidak dimiliki, termasuk chief marketing officer-nya.

Dengan tim yang memadai, Donny dan timnya mulai bergerak memperluas pasar dan mengembangkan produk. Setelah tim terbentuk, pihaknya mulai memperluas pasar dan mengembangkan produk. Kini Tugu Mandiri tidak hanya polis individu, tetapi juga menjual produk grup seperti untuk asuransi kesehatan, severance, DPLK, dan AJK. Termasuk, produk berbasis investasi (unit link). Donny teringat, ketika ia baru masuk, Tugu Mandiri belum memiliki agen dan bisnis korporat. Karena itu, aspek ini termasuk yang menjadi penekanan penting, yakni menggerakkan fungsi agency & corporate marketing sebagai sumber pendapatan baru perusahaan.

Tak mengherankan, dua tahun terakhir Tugu Mandiri intensif mengembangkan divisi agen, dan kini memiliki sekitar 1.000 agen produktif yang telah sukses menjual lebih dari 50.000 polis asuransi unit link Tugu Mandiri. Tugu Mandiri pun berasil meraih Top Rooky Agent AAJI Award 2018.

Untuk pengembangan divisi korporat, Tugu Mandiri makin banyak bermitra dengan pialang dan broker yang credible, terutama untuk menjual produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Divisi pengelolaan investasi pun diperkuat, baik dari sisi tim investasi maupun pemasaran untuk memaksimalkan hasil dari portofolio investasi.

Yang juga tak kalah penting, pengembangan teknologi informasinya, baik untuk kepentingan internal maupun terkait langsung dengan pelayanan pelanggan dan produk. “Kami mengembangkan sistem IT baru yang kami sebut TDA (Tugu Digital Assistance) yang sudah kami kembangkan sejak 2016,” kata Donny yang pernah menjabat sebagai CEO PT Patra Jasa ini. Dengan TI yang diperkuat itu, kini Tugu Mandiri sudah bisa memberikan kemudahan ke nasabah dalam membayar premi, antara lain melalui fintech, ATM, dan mobile banking. Lalu, pembelian PA Medicard bisa dilakukan melalui TM Life Mobile Apps, dan peserta DPLK dapat melihat status saldo tiap saat melalui aplikasi Siperdana Mobile Apps. Telah disediakan pula layanan data program AJK dengan aplikasi SAJAK dan e-polis (untuk mempercepat penyampaian polis).

Tak bisa dimungkiri, transformasi bidang SDM memang menjadi pilar penting dari kebangkitan Tugu Mandiri. Aspek SDM menjadi fokus Donny dalam melakukan transformasi. Contohnya, fungsi Personalia ditingkatkan menjadi Human Capital Management, diterapkannya manajemen SDM berbasis KPI, lalu peningkatan kualifikasi manajer senior (seluruh group head harus bersertifikat CWM), merekrut dan mengisi posisi yang belum terisi untuk menyesuaikan tuntutan perkembangan usaha, serta meningkatkan kompetensi SDM dengan berbagai pelatihan tersertifikasi.

Masih di bidang transformasi SDM, manajemen Tugu Mandri sangat concern untuk membangun soliditas tim. Karena itu, banyak dilakukan meeting untuk menyatukan visi. Misalnya, dengan dilakukan kegiatan outbound untuk internalisasi program dan meningkatkan motivasi, termasuk kegiatan retreat untuk BOC, BOD, dan Tim Mangement. Tim direksi pun lebih sering bertatap muka dengan karyawan untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka. Di kantor juga diadakan berbagai kegiatan spiritual, seperti pengajian bersama dan sesi sharing pengetahuan. Tak hanya itu, untuk mempertegas dan menandai perubahan, manajemen juga memutuskan pindah kantor ke lokasi yang lebih representatif dan modern, dari Jl. Raden Saleh ke Jl. Wahid Hasyim, dengan corporate image yang baru.

Dulu sewaktu masih di Wisma Tugu, kami kekurangan ruang kerja yang representative. Kini di gedung baru dengan suasana baru yang terang, fasilitas ballroom, ruang rapat yang representatif bahkan excecutive lounge untuk tamu spesial, membuat karyawan kami lebih percaya diri dan semangat,” ungkap Donny seraya menunjukkan kantor barunya di Tamansari Parama Boutique Office yang menghuni lantai 10,11, dan 12. Yang pasti, dengan kondisi sekarang, Donny dan tim percaya bahwa tahun-tahun mendatang kinerjanya akan lebih karena produk, layanan, teknologi, dan SDM telah dikembangkan. Kepercayaan diri makin kuat bila melihat pencapaian pertumbuhan premi tahun 2018: bisa mencapai 156 persen dari target RKAP 2018.

Ke depan, Donny masih akan terus memacu timnya untuk meningkatkan kinerja. Ada beberapa strategi baru yang akan dikembangkan. Selain akan terus memaksimalkan upaya peningkatan pendapatan bisnis, “Tahun 2019 kami juga menyiapkan bisnis baru, memperkuat bancassurance dan corporate strategic alliance,” ungkapnya.

Selain itu, di 2019 pihaknya mulai mengembangkan startup asuransi jiwa yang akan diluncurkan sebelum pertengahan tahun. Hingga titik ini, Donny merasa cukup lega bahwa setelah bertransformasi, kini Tugu Mandiri telah menjadi perusahaan asuransi yang lengkap dan mampu tumbuh berkelanjutan dengan tingkat ekuitas, RBC, dan RKI yang semakin tinggi. Sisi lainnya, perusahaan pun kini sudah bisa memberikan bonus untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.(*)

Riset: Hendi Pradika

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)