Vishnu Valentino & Evlin Marcelline Fendrianto: Sejoli Jagoan Konsultan TI

Vishnu Valentino dan Evlin Marcelline Fendrianto, founder LenMarc Group.
Vishnu Valentino dan Evlin Marcelline Fendrianto, founder LenMarc Group.

Tak banyak sejoli yang memilih teknologi informasi (TI) sebagai garapan bisnisnya. Pasangan Vishnu Valentino dan Evlin Marcelline Fendrianto termasuk yang sedikit tersebut. Mereka mendirikan LenMarc Group (PT Lenmarc Exa Abadi Digital) yang menjalankan bisnis jasa TI, khususnya aplikasi-aplikasi untuk dunia bisnis.

Bisnis LenMarc diawali dari kecintaan Evlin pada bidang analisis, pemasaran, dan programming sistem untuk usaha, yang kemudian didukung keahlian Vishnu dalam bidang server administration dan cloud technology networking. Sebelum mendirikan LenMarc, Vishnu telah memiliki usaha sendiri di bidang web marketer yang kemudian menjadi sumber pembiayaan utama pada awal pendirian LenMarc.

Pasangan ini sejak pacaran –ketika masih kuliah di Bandung– memang sangat suka berdiskusi tentang bisnis, dan punya impian memiliki usaha sendiri.  Jangan heran, pada 2008 mereka sudah punya bisnis. Namun, bisnis mereka sempat vakum karena keduanya diterima kuliah dan mendapatkan beasiswa S-2 dari Changchun University of Science and Technology, China.

Setelah menimba ilmu di China, Vishnu dan Evlin balik ke Indonesia dan mulai membangun kembali bisnis mereka, tepatnya pada 2014, dengan bendera LenMarc. Salah satu produk LenMarc ialah ERP (enterprise resource planning) atau LenERP. Produk ini menawarkan fitur POS, Inventory, SCM (supply chain management), CRM (customer relationship management), HRD (human resource management), FI CO (financial and controlling), serta logistik.

LenMarc menjadi konsultan TI dan software house dengan segmen enterprise dan UKM. “Sejak awal kami berkomitmen konsisten menekuni bisnis berbasis TI. Meski di awal sempat mendapat komplain dari klien, kami tidak gentar. Keluhan klien justru memacu kami untuk terus belajar memperbaiki kualitas produk,” kata Evlin, founder sekaligus CEO Indogo.id.

Berbisnis di bidang TI menjadi pilihan lantaran keduanya telah lama jatuh cinta pada dunia ini. Vishnu dan Evlin memang merupakan lulusan S-1 Teknik Informatika Universitas Maranatha, Bandung. Dalam menjalankan usaha, “Di awal, semua kami handle terlebih dahulu sendiri. Kami lakukan ini untuk memastikan program yang dibuat betul-betul mampu memberikan solusi tepat untuk para pelaku usaha,” ungkap Vishnu yang menjadi CTO Indogo.id.

Pada 2016, keduanya mengamati bahwa bisnis startup booming dan berpotensi menghasilkan pendapatan besar di bidang cloud POS. Mereka yakin digitalisasi akan semakin dibutuhkan dan memiliki potensi pasar sangat besar.

Karena itulah, Vishnu bertekad menawarkan solusi berupa sistem terintegrasi yang mudah dioperasikan dan nilai investasinya terjangkau UMKM. Tak mengherankan, LenMarc meluncurkan beragam aplikasi, termasuk data analysis strategic learning dan bisnis intelijen.

Sampai tahun ini, LenMarc telah mengembangkan lebih dari 170 aplikasi berbasis web. “Dengan aplikasi dari LenMarc, kurva pembelajaran UKM dan UMKM dapat dipangkas. Selain itu, juga memiliki daya saing setara dengan bisnis kelas dunia,” kata Vishnu. Saat ini LenMarc menyediakan solusi TI bagi pelaku UKM di tujuh bidang: ritel, kafe, toko emas, pabrik dan tekstil, apotek dan kosmetik, spa, dan pet shop.

Produk TI yang disediakan antara lain software untuk pasar SaaS (software as a service), khususnya ERP, dengan membangun VENAPOS untuk membidik segmen UMKM. VENAPOS adalah program POS berbasis cloud yang mengubah data menjadi laporan intelijen untuk membantu pengguna menganalisis aktivitas bisnis sehingga dapat mengambil keputusan terbaik.

Setelah VENAPOS, LenMarc juga meluncurkan LEMPOS SPEED, yang merupakan upgrade dari VENAPOS dan LEMPOS. Di tahun 2020, LenMarc meluncurkan aplikasi kasir baru bernama Autopospay, pick and go one-stop platform yang memfasilitasi aktivitas bisnis secara daring dengan keunggulan berupa fitur antrean online dan self-pickup.

Dalam menjalankan bisnis, Vishnu dan Evlin berbagi tugas. Evlin sebagai chief executive officer (CEO) dan Vishnu menjadi chief technologi officer (CTO). “Evlin itu lebih ke arah bisnisnya, marketing, event-event, termasuk enabler ke community. Sedangkan saya lebih ke arah teknisnya, seperti sisi jaringan. Bidang saya dulu di bagian network dan security,” Vishnu menjelaskan.

Namun, bukan berarti Vishnu tidak mengurusi dan mengawasi pemasaran. “Saya lebih ke approval saja. Artinya, pikiran saya tidak sepenuhnya tercurahkan kepada hal-hal tesebut,” katanya. Untuk ide-ide pengembangan bisnis, ia lebih banyak berperan. “Ide dan kreativitas kebanyakan dari saya, sedangkan rasionalitas, perhitungan itu lebih banyak Evlin.” ungkapnya.

Evlin tak menyesal menjadi couple-preneur. “1.000% saya tidak menyesal karena keuntungannya banyak sekali. Tetapi, kita harus punya konsekuensi yang sama dulu di awal, bahwa jangan kamu ber-couple karena kamu mau ber-preneur. Itu akan beda cerita,” kata Evlin.

Berdasarkan pengalamannya, tantangan paling penting adalah memisahkan urusan personal dan profesional. “Jika kita bisa mencapai tahap profesional, seharusnya kita bisa menjalin semuanya dengan baik,” ujar Evlin.

Vishnu yakin pertumbuhan bisnis TI akan terus melejit, terutama setelah pandemi Covid-19. “Ibaratnya dulu yang melek TI itu 100, sekarang jadi 10 ribu. Makanya, kami harus lebih cepat,” ungkap Vishnu yang kini membawahkan 10 karyawan tetap dan puluhan freelancer.

Sudarmadi & Vina Anggita

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)