Kisah Bong Chandra, dari Motivator Jadi Pengusaha Properti

Bong Chandra, CEO Triniti Properti Tbk. (Triniti Land).
Bong Chandra, CEO Triniti Properti Tbk. (Triniti Land).

Bong Chandra berambisi membesarkan bisnis PT Perintis Triniti Properti Tbk. (Triniti Land) agar bisa berada di daftar 10 besar perusahaan properti terbesar di Indonesia. Sinyal yang menunjukkan ambisi ini seiring dengan berjalannya pembangunan proyek kawasan terintegrasi berkonsep superblok, Collins Boulevard, di kawasan Gading Serpong, Banten, yang dana pembangunannya senilai Rp 4,7 triliun dan Marc’s Boulevard di Batam dengan nilai proyek Rp 5 triliun.

Pembangunan Collins dan Marc’s dimulai tahun 2017 dan 2018. Selain itu, Chandra bersama kolega bisnisnya di Triniti Land juga menggarap proyek properti ikonik lainnya, yaitu Brooklyn Apartment, Springwood Residence, Yukata Suites, dan The Smith.

Chandra didapuk sebagai komandan yang menangani penjualan dan pemasaran. Dalam urusan pemasaran, ia dikenal publik sebagai pengusaha muda yang lihai mengomunikasikan citra produk dan melakukan pemasaran sejak umur 18 tahun. Walau belum berpengalaman di bisnis properti, di usia 21 tahun ia mampu menjual 300 unit rumah dan 65 unit rumah toko (ruko) di perumahan Ubud Village di Ciledug, Tangerang, Banten, tahun 2010-2012.

“Tahun 2010, properti sedang booming,” ujar Chandra. Keuntungan dari penjualan Ubud Village itu tidak dibagikan ke pemegang saham, tetapi diputar kembali sebagai modal untuk mengembangkan proyek properti.

Ubud Village adalah proyek properti perdana yang digarap Triniti Land. Perumahan di lahan seluas 5 hektare itu menyedot investasi lebih dari Rp 30 miliar. Bong menguras tabungannya agar bisa berpatungan bersama pendiri Triniti Land lainnya untuk menghimpun modal senilai Rp 1,5 miliar sebagai pembayaran awal lahan di Ciledug tersebut. Sisa pembelian lahan dicicil dari pendapatan prapenjualan.

Bersama Septian Starlin, Matius Jusuf, dan Yohanes L. Andayaprana, Chandra mendirikan Triniti Land pada 2009. Kini, bisnis Triniti Land berkembang biak dengan memiliki tujuh anak perusahaan.

Chandra menduduki posisi CEO, direktur, dan komisaris di perusahaan yang terafiliasi dengan Triniti Land. Antara lain, direktur di PT Triniti Dinami dan PT Intan Investama Indonesia, Direktur Utama PT Triniti Pilar Gemilang, serta komisaris di PT Triniti Menara Serpong dan PT Triniti Dinamik Santoz.

Sebelum mendulang sukses sebagai pengusaha, ia meretas karier di usia 18 tahun sebagai wiraniaga di perusahaan multi level marketing. Saat berumur 20 tahun, ia mendirikan perusahaan penyelenggara acara (event organizer) seminar dan pelatihan pemasaran untuk perusahaan. Nah, ia menjadi pembicara di kegiatan yang digelar EO-nya ini.

Lantaran disibukkan kegiatan menjadi pembicara di beberapa daerah, Chandra tidak melanjutkan kuliah di Universitas Bina Nusantara, Jakarta. “Sebelum terjun ke properti, saya berprofesi sebagai pembicara dan motivational speaker. Kemudian, suatu hari saya diundang oleh Real Estate Indonesia untuk menjadi pembicara di seminar properti di Surabaya bersama Pak Matius. Kami bertukar pikiran dan beliau mengajak saya membuat perusahaan properti,” Chandra mengisahkan sejarah Triniti Land.

Kala itu, Matius adalah direksi di PT Agung Podomoro Land Tbk. “Pak Matius adalah mentor saya yang menularkan ilmu properti,” ungkap Chandra. Ia membentuk tim yang beranggotakan orang-orang berusia muda untuk memasarkan perumahan atau apartemen.

Perjalanan Triniti Land sempat terhambat pada 2012-2014 lantaran terganjal legalitas lahan di Bali, Balikpapan, dan Jakarta Barat. Berpijak dari pengalaman itu, Chandra dkk. memetik pelajaran berharga agar lebih cermat dalam menjalankan bisnis properti. “Itu masa yang lumayan membuat down, karena sedang bagus momentumnya,” ujarnya.

Lalu, ia bersama tim bergerak lincah mencari lahan lainnya untuk mengembangkan produk dan pemasaran. Ia berbagi peran dengan pemegang saham lainnya yang menangani bidang legal atau keuangan. Hasilnya cukup menggembirakan.

Di tahun 2014, misalnya, Chandra melakukan terobosan dengan membangun Apartemen Brooklyn yang berkonsep small office, home office (SOHO) di Serpong, Banten. Ia pun mengklaim sebagai pionir pembangunan apartemen dengan konsep Jepang yang diberi merek Yukata Suites.

“Ada juga The Smith, yang dibangun berkonsep residence dan office dengan konsep startup company, memiliki sharing facility di lantai 3 yang ada 10 meeting room, business lounge, business center, fotocopy, scanner. Jadi, pemilik atau penyewa The Smith bisa menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut,” ia menambahkan.

Di masa pendemi Covid-19 ini, Chandra merancang pemasaran di dalam jaringan (daring) seperti via Zoom, serta mengalihkan dana dari pelaksanaan saham perdana (initial public offering/IPO) untuk mengembangkan proyek rumah tapak. Emiten properti yang sahamnya berkode TRIN di Bursa Efek Indonesia ini melaksanakan IPO pada 15 Januari 2020 untuk menggalang dana senilai Rp 218,6 miliar dari aksi korporasi itu.

“Kami memanfaatkan masa pandemi ini untuk meluncurkan produk baru. Yang pertama, perumahan Glenn The Hiver di Batam. Dan pada 23 Agustus lalu, kami pre-introduction 38 ruko di proyek Collins Boulevard,” kata pengagum Ellon Musk dan Ciputra ini.

Selain berbisnis properti, Chandra bersama rekan bisnis di luar Triniti Land mendirikan Salt Ventures, perusahaan modal ventura, yang berinvestasi di 10 perusahaan, antara lain Amazara dan Otospector. “Saya juga sedang kembangkan bisnis properti versi online, namanya Snapinn, yang mulai beroperasi sekitar satu tahun setengah lalu. Konsepnya seperti Airbnb-nya Indonesia,” katanya. Di PT Snapinn Indonesia, ia menjabat sebagai direktur.

Kendati memiliki sejumlah perusahaan, Chandra fokus mengembangkan Triniti Land. Ia mendelegasikan operasional perusahaan kepada rekannya. Misalnya, Salt Ventures ditangani Danny Sutradewa sebagai direktur pelaksana.

Ke depan, Chandra akan memercayai tenaga profesional untuk mengelola Triniti Land serta mengembangkan investasi Salt Ventures ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ”Targetnya, Triniti Land didelegasikan kepada profesional dalam delapan tahun mendatang,” ujarnya. Impian Chandra akan diwujudkan bersama 300 karyawan Triniti Land, lima karyawan Salt Ventures, dan 15 karyawan Snapinn.(*)

Vina Anggita & Vicky Rachman; Riset: Ayusha Laksmi

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)