Belajar dari Kepanikan akibat Pandemi

Judul Buku : Pandemia: How Coronavirus Hysteria Took Over Our Government, Rights, and Lives

Pengarang  : Alex Berenson

Penerbit     : Regnery Publishing, New York

Cetakan     : Pertama, November, 2021

Tebal         : 464 halaman

Pandemi Covid-19 telah membuat banyak aktivitas sosial dan bisnis terhenti dalam jangka lama. Berhentinya segala aktivitas tersebut dalam skala global tentunya mendatangkan kerugian yang luar biasa besarnya. Saat ini, pandemi telah berlangsung lebih dari dua tahun. Sudah saatnya kita melakukan evaluasi dan refleksi mendalam terhadap berbagai langkah yang dilakukan dalam merespons pandemi yang luar biasa ini.

Evaluasi dan refleksi perlu dilakukan karena memang tidak ada langkah yang sempurna. Semua perlu ditinjau ulang, seiring dengan berubahnya situasi yang dihadapi. Semua langkah bisa diperbaiki agar nantinya dapat dilakukan respons yang lebih tepat dan efektif. Respons yang tidak tepat hanya akan mendatangkan berbagai kerugian yang tidak semestinya terjadi.

Tidak dapat dimungkiri bahwa Covid-19 memang sesuatu yang nyata dan bisa mematikan. Sesuatu yang perlu diwaspadai bersama. Namun, respons kita terhadap Covid-19 ini sering di luar batas kewajaran. Kepanikan yang berlebih (histeria) malah mendatangkan lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Sering respons kita terhadap suatu penyakit lebih buruk daripada penyakit itu sendiri.

Beberapa langkah yang dilakukan dalam mengendalikan virus telah mendatangkan kerugian yang cukup besar bagi diri kita sendiri atau masyarakat secara keseluruhan. Kerugian banyak terjadi terutama karena adanya histeria dan kepanikan ketika menghadapi pandemi ini. Bagaimana histeria media massa, pertarungan politik, keyakinan yang membabi buta terhadap obat atau teknologi yang belum teruji, dan keterbatasan pengetahuan yang ada telah membawa banyak hal menjadi lebih buruk ketika berhadapan dengan pandemi ini.

 Buku ini tidak bicara tentang pandemi, tapi lebih banyak bicara tentang kepanikan yang terjadi akibat pandemi yang mengakibatkan banyak pihak bertindak secara tidak proporsional. Panik itu berbahaya. Banyak barang yang secara tiba-tiba diperebutkan akibat adanya kepanikan. Orang takut tidak kebagian. Akibatnya, terjadi kelangkaan yang lebih cepat, karena banyak orang yang menimbun barang secara tidak semestinya. Orang yang memiliki daya beli tinggi diuntungkan. Adapun yang tidak, menjadi korban karena tidak kebagian.

Kepanikan juga melanda di layanan medis di tengah situasi pandemi. Banyak staf medis yang tidak tahu mau berbuat apa dalam situasi yang penuh ketidakjelasan yang memperburuk keadaan. Berbagai tindakan yang diambil sering bersifat spekulatif dan tidak memperhitungkan berbagai efek samping yang menyertainya yang mengakibatkan terjadi banyak kesalahan penanganan.

Berbagai hal ini perlu segera dipelajari dan diinvestigasi lebih lanjut, agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi di kemudian hari. Kepanikan terjadi karena kita tidak tahu apa yang sebaiknya harus dilakukan. Ketidaktahuan ini bersifat global, terjadi di mana saja dan di sektor apa saja.

Berkaca pada masa awal pandemi, ketika tidak ada satu pun informasi yang dapat dipercaya, banyak dan beragamnya informasi yang ada, serta diamplifikasi oleh berbagai media sosial yang bertebaran, hasilnya hanya menambah kepanikan dan kekacauan keadaan. Terlebih lagi, masyarakat kita sudah memasuki zaman masyarakat informasi. Tiada waktu berlalu tanpa melihat layar kaca, baik di televisi, komputer, laptop, atau smartphone masing-masing.

Namun di lapangan, segala informasi yang ada di perangkat itu cenderung menambah kepanikan. Akal sehat kalah dengan ketakutan yang terjadi. Media lebih banyak menyebarkan berita yang menakutkan tentang pandemi dan banyak kesimpangsiuran informasi yang terjadi. Informasi yang benar sangatlah sedikit, bahkan mungkin tidak ada. Semuanya hanya berupa spekulasi yang terkadang tidak jelas juga kredibilitasnya.

Pseudoscience, teori konspirasi, dan kepanikan telah mengatur segala aspek dalam respons kita terhadap pandemi. Dalam kondisi panik, perasaan takut lebih mengemuka, sehingga tidak bisa berpikir dan bertindak yang rasional dan proporsional.

Berbagai bentuk ketakutan mengemuka pada saat itu, dari penularan massal, runtuhnya tatanan sosial, sampai kemungkinan punahnya umat manusia. Sesuatu yang sangat menakutkan. Hoaks dipercaya banyak orang karena adanya ketakutan yang berlebihan, padahal dalam kondisi nyata hal itu masih jauh dari yang sebenarnya terjadi.

Ketakutan yang berlebihan ini terjadi mungkin karena masalah yang timbul mengancam nyawa kita bersama. Umat manusia tumbuh di dalam suatu sistem keyakinan bahwa keamanan dan keselamatan adalah sesuatu yang utama. Dengan demikian, orang cenderung tidak mau mempertaruhkan segala sesuatu yang terkait dengan keamanan dan keselamatan dirinya.

Hal yang tidak masuk akal pun akan dilakukan kalau taruhannya adalah aspek keselamatan, walau terkadang karena begitu takutnya malah mengundang akibat yang lebih fatal. Misalnya, di Amerika orang meminum cairan disinfektan karena takut virus, yang terjadi malahan menambah keparahannya. Kepanikan mendorong orang untuk melakukan berbagai tindakan konyol.

Dalam banyak hal, kebijakan yang dipilih untuk menangani Covid-19 menjadi terlalu politis sifatnya. Banyak pihak menggunakan momentum Covid-19 ini untuk meraih keuntungan dan kekuasaan diri sendiri atau menjatuhkan lawan politiknya. Akibatnya, yang terjadi hanya kekacauan belaka, tidak didasarkan pada pemikiran dan fakta yang objektif dan matang.

Informasi banyak bertebaran tapi tidak jelas kebenarannya, diperburuk dengan masuknya berbagai informasi yang terkait dengan pertarungan politik dan bisnis dari para pihak yang mengelola suatu negara. Di masa yang penuh dengan ketidakpastian ini, tidak ada satu pun kekuatan ekonomi atau politik yang dipercaya oleh semua pihak dalam menghadapi masalah pandemi ini.

Di antara berbagai wacana yang lain, buku ini berusaha menempatkan bahaya Covid-19 dalam perspektif yang lebih masuk akal. Menempatkan pandemi Covid-19 sebagai masalah sektor kesehatan yang memang harus segera dicari solusinya. Bukan merambah ke mana-mana sehingga permasalahan Covid-19 menjadi krisis multidimensi yang semakin rumit penanganannya dan bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak sesuai dengan kepentingan mereka masing-masing.

Penulis buku ini, Alex Berenson, adalah wartawan New York Times yang juga merupakan penulis buku kesehatan, sehingga menguasai masalah kesehatan dan dapat menuliskannya dengan gaya yang menarik dan enak dibaca. Namun, salah satu kekurangan besar dari tulisan ini, ada kecenderungan yang terlalu tinggi dalam memihak Presiden Donald Trump, walau dia sendiri mengaku tidak memilih Trump.

Pendapatnya terlihat kontroversial menurut ukuran pada saat ini. Hal itu membuat kesan sebagai penulis yang berat sebelah jadi tidak terhindarkan.

Banyak pendapat Berenson yang memang terdengar bertentangan dengan kebijakan umum penanganan Covid-19 yang telah banyak diterapkan di berbagai negara selama ini. Di antaranya, bahwa strategi yang diterapkan, seperti kewajiban memakai masker, lockdown, dan vaksinasi, merupakan kewajiban yang tidak begitu perlu karena Covid-19 akan melemah sendiri seiring dengan berjalannya waktu. Kekebalan alami akan terbentuk seiring dengan terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity).

Pendapat lain yang kontroversial, tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama, hanya orang lanjut usia dan obesitas yang lebih terdampak oleh virus ini. Oleh karenanya, kebijakan work from home atau school from home tidaklah efektif untuk dilakukan, karena anak muda merupakan kelompok yang lebih kebal terhadap virus ini.

Virus corona, seperti halnya jenis virus pada umumnya, bermutasi terus-menerus. Kita harus mulai membiasakan diri dengan keberadaan virus ini dalam kehidupan kita untuk jangka lama.

Orang yang pernah terjangkit umumnya memiliki kekebalan yang lebih tinggi terhadap virus ini. Kekebalan yang diperoleh secara alami terhadap virus corona ini ternyata lebih baik dibandingkan kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin.

Harapan untuk bebas sepenuhnya dari Covid-19 sepertinya merupakan hal yang mustahil terjadi. Hingga saat ini umat manusia belum terbebas dari virus flu, yang dianggap memiliki kesamaan dengan virus Covid-19. Tidak terlalu berguna upaya melenyapkan virus yang dapat berkembang biak di kawanan binatang, memiliki potensi penularan yang tinggi, dan dapat mengenai siapa pun yang ada di dunia ini.

Sudah saatnya dunia berpaling dari masalah Covid-19. Masih banyak persoalan penting lain yang perlu diselesaikan. Setelah manusia selama dua tahun dikarantina, sudah saatnya Covid-19 dikarantina untuk hanya menjadi persoalan di bidang kesehatan. Menjadi persoalan yang ditangani dokter atau epidemolog yang memang ahli dan berwenang untuk itu. Kita harus menanganinya seperti menangani flu, walaupun saat ini tingkat bahayanya masih lebih tinggi dibandingkan dengan flu biasa.

Sudah saatnya mengambil sikap. Keputusan akan masalah berakhirnya pandemi saat ini tergantung pada kita, bukan semata-mata diserahkan pada keberadaan virus Covid-19 ini saja. Pandemi Covid-19 masih berlangsung saat ini, dalam waktu dekat akan semakin banyak terkumpul berbagai informasi dan data terkait hal ini.

 Semua informasi ini akan memperkaya kita agar di masa mendatang tidak lagi mengalami kepanikan dan histeria yang berlebihan. Bencana seberapa buruknya perlu ditangani secara proporsional, sehingga tidak berpotensi membawa kerugian yang lebih besar.

Sejarah menunjukkan bahwa masyarakat perlu waktu untuk dapat memberikan respons yang tepat terhadap pandemi yang terjadi. Perlu adanya cara, aturan, atau mekanisme baru yang diterapkan agar pandemi tidak membahayakan bagi kehidupan umat manusia seluruhnya.

Mungkin cara mengatasi Covid-19 yang efektif masih butuh penelitian dan waktu yang cukup lama. Namun, cara kita mengatasi hist.eria dan kepanikan yang melanda bisa dimulai saat ini.

Eko Widodo*) Peresensi adalah Staf Pengajar Program Studi Magister Administrasi Bisnis, Unika Atma Jaya, Jakarta

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)