Kecap Terbaru Bango Dukung Gaya Hidup Sehat

Brand kecap produksi PT Unilever Indonesia, Bango, meluncurkan produk terbarunya Bango Light. Produk ini masih mempertahankan ciri khas bahan utama pembuatan kecap Bango, yaitu kedelai hitam malika.

Berbeda dengan varian kecap sebelumnya, Bango Light mengandung pemanis alami stevia dengan kandungan gula 30% lebih rendah. Produk ini dilempar ke pasar karena meningkatnya animo masyarakat terhadap gaya hidup sehat, sehingga diproduksi kecap rendah gula.

“Kami melihat bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang mulai menerapkan pola hidup dan pola makan yang lebih sehat kini semakin meningkat. Hal ini seiring dengan makin tingginya kesadaran akan risiko penyakit degeneratif yang timbul akibat gaya hidup yang kurang sehat, termasuk diabetes. Maka, Bango meluncurkan kecap Bango Light untuk mendukung gaya hidup tersebut,” kata Nando Kusmanto, Senior Brand Manage Bango.

Fakta tersebut didukung oleh Nielsen's New Global Health and Ingredient-Sentiment Survey yang dirilis akhir 2016 mengenai pola makan masyarakat modern di Indonesia. Survei ini menunjukkan bahwa 70% responden menjalani diet tertentu untuk menghindari berbagai penyakit degeneratif. Yang menarik, survei tersebut juga menunjukkan bahwa 68% responden mulai tergerak untuk berinvestasi lebih pada makanan dengan kandungan yang sesuai diet mereka.

“Tren ini sejalan dengan survei yang dilakukan oleh Unilever mengenai tren makanan di Indonesia yang menunjukkan bahwa saat ini 8% dari konsumen di Indonesia mulai berinvestasi pada makanan yang lebih sehat. Dan diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat hingga 24% di 4-5 tahun mendatang.” ujarnya melanjutkan. Selain stevia, kedelai hitam malika dan gula kelapa tetap digunakan sebagai bahan dasar.

Inovasi ini merupakan implementasi dari Unilever Sustainable Living Plan yang berkomitmen untuk memberikan pilihan yang lebih sehat serta meningkatkan kesehatan dan kualitas nutrisi dalam semua produknya.

“Salah satu target Sustainable Nutrition yang ingin dicapai  tahun 2020 adalah mengurangi 25% kadar gula tambahan di mana upaya ini telah dimulai sejak 2016 dengan meluncurkan produk-produk dengan kadar gula yang lebih rendah di banyak pasar, salah satunya kecap Bango Light,” kata Nando.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)