Kiprah Leny Tan, Mengorkestrasi Ekosistem Digital Lewat Platform CARnih | SWA.co.id

Kiprah Leny Tan, Mengorkestrasi Ekosistem Digital Lewat Platform CARnih

Leny Tan, Founder CARInih
Leny Tan, Founder CARInih.

Tan Leny Yonathan sudah cukup makan asam garam sebagai eksekutif C-Level di sejumlah perusahaan dan industri. Tak mengherankan, selama ini ada keinginan untuk pindah kuadran. Masa pandemi Covid-19 pun menjadi momentum bagi Leny Tan (sapaan akrabnya) untuk banting setir menjadi seorang sociopreneur.

Tekadnya cukup mulia, yakni memajukan UMKM di Indonesia dengan cara bersinergi lewat perusahaan yang didirikannya, PT Dasa Karya Indonesia. Platform yang dikembangkannya diberi nama CARInih. Menurut Leny, perusahaan yang didirikannya pada tahun 2020 ini dibangun dengan semangat berkolaborasi untuk menjadi ekosistem integrator berbasis teknologi.

Platform CARInih memosisikan diri untuk membantu pelaku UMKM menjalankan bisnis online dan offline. Pendekatan yang dilakukan Leny ke kalangan UMKM yaitu dengan melakukan blusukan ke berbagai kota. Tujuannya untuk mengidentifikasi pain points yang dialami UMKM, guna dicarikan solusinya.

Aplikasi CARInih meluncur pada Februari 2022. “Niat kami dari awal bukan hanya bertujuan komersial, tetapi ingin mendukung percepatan penetrasi digital dan mengoptimalkan teknologi bagi UMKM,” kata profesional yang pernah menjabat sebagai Direktur Cashlez dan Direktur Dana ini. Hingga kini, platform CARInih berhasil merangkul sekitar 2.500 mitra UMKM dari berbagai sektor.

Setelah mempelajari berbagai studi kasus di lapangan, CARInih menemukan model untuk menjadi platform O2O omnichannel management. Platform ini menghadirkan solusi end-to-end kepada pelaku usaha terkait pengelolaan usaha mereka, baik secara offline maupun online. Platform ini pun didukung banyak kemudahan akses, seperti manajemen toko, akses pengiriman, dan pembayaran.

Menurut Leny, peran CARInih adalah mengorkestrasi ekosistem, sekaligus sebagai perpanjangan tangan bagi para mitranya. “Dari awal, semangat kami berdiri bukan untuk berkompetisi dengan platform yang sudah ada, tetapi sebagai kolaborator,” ujarnya. “Karena itulah, kami merangkul banyak pihak untuk berkolaborasi ke dalam ekosistem besar,” tambah profesional yang sempat berkarier di Bank Ganesha dan Bank Permata ini.

“Dari awal, semangat kami berdiri bukan untuk berkompetisi dengan platform yang sudah ada, tetapi sebagai kolaborator.”

Leny Tan, Founder CARInih

Sejumlah mitra ekosistem sudah tergabung dalam platform CARInih, antara lain Grab, Paxel, AnterAja, SiCepat, Ninja Express, Bank DBS, Bank Danamon, dan AstraPay. Begitu pula sejumlah komunitas UMKM, di antaranya Smesco Indonesia dan Link UMKM BRI.

Aplikasi CARInih punya sejumlah fitur penting. Di antaranya, fitur Mesin Kasir untuk membantu pencatatan transaksi lebih rapi. Fitur ini terintegrasi dengan berbagai akses pembayaran dan pengiriman. Ada pula fitur Toko Online dan Omnichannel, juga terintegrasi dengan fitur CARIfinansial dan CARIkurir.

Menurut Leny, semua kebutuhan pengelolaan usaha kalangan UMKM ini dapat terpenuhi dengan satu aplikasi (CARInih). Platform ini pun sudah dilengkapi dengan dashboard sederhana untuk dapat memantau kinerja usaha mereka, kapan pun dan di mana pun.

Strategi pengembangan CARInih dijalankan lewat beberapa program. Yaitu, akuisisi berbasis komunitas, optimalisasi berbasis ekosistem, pengembangan produk berbasis kebutuhan, dan penerapan layanan berbasis multikanal.

Adapun untuk memonetisasi layanan platform ini, pihaknya mengembangkan konsep monetisasi hybrid. Konsep ini mengombinasikan promosi, fee per transaksi, dan pola berlangganan (subscription) disesuaikan dengan tiap-tiap fitur yang ada. (*)

Jeihan K. Barlian

www.swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)