Geliat Transformasi Medcom.id di Bisnis Media Berita

Kania Sutisnawinata, CEO Medcom.id.

Pemain bisnis layanan berita Media Group tampaknya makin serius masuk ke lini digital. Setidaknya hal itu tampak dari upaya grup bisnis milik Surya Paloh itu dalam penetrasi di segmen digital dengan merestrukturisasi kanal-kanal berita online-nya ke dalam satu wadah baru, Medcom.id.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Media Group punya beberapa unit media online sendiri yang dikelola MetroTV, Harian Media Indonesia, dan media lain. Nah, sekarang semua direstrukturisasi dan dijadikan satu agar menjadi lebih kuat dalam Medcom.id, yang dipimpin Kania Sutisnawinata.

"Kami melakukan transformasi besar. Sebagai perusahaan media digital, kami ingin mengawal terbentuknya peradaban baru dengan semakin banyak mengadopsi gaya hidup digital, melalui penyediaan informasi yang akurat dan terverifikasi, bisa diakses kapan saja dan di mana saja," Kania Sutisnawinata, CEO Medcom.id, menjelaskan.

Diakui Kania, belakangan ini, terutama di tengah pandemi Covid-19, pihaknya terus melakukan transformasi agar mampu bekerja efektif dan efisien, terutama serius mentransformasi pola pikir. "Teknologi dan inovasi terus kami dorong. Fokus kami bagaimana memberikan pengalaman terbaik bagi user kami," katanya.

Sejak didirikan pada 2017, Medcom.id dirancang sebagai megaportal untuk seluruh portal digital milik Media Group News. Kania merasa beruntung Medcom.id merupakan bagian dari Media Group News sehingga bisa melakukan konvergensi dengan Metro TV dan Media Indonesia. Hal itu menjadi modal besar menghadapi perubahan.

Saat ini produk Medcom.id fokus pada produk digital, baik konten berita, informasi dan hiburan, foto, video, videografis, serta infografis. "Kami punya tim cek fakta yang sangat produktif untuk melawan berita bohong atau hoaks. Tahun ini, tim cek fakta Medcom.id termasuk salah satu yang terpilih menerima bantuan dana emergency relief fund dari Google News Initiative," ungkap Kania.

Pihaknya tengah membangun dan memperkuat kapasitas live streaming melalui portal dan kanal media sosial. Sejauh ini sudah membuat beberapa program video berdurasi panjang, seperti Crosscheck, Newsmaker, Ngobrol Asyik (Ngobras), dan Shindu Scoop. Tahun lalu telah meluncurkan Podme.id, podcast gaya hidup dan komunitas untuk melengkapi produk yang sudah ada. Awal tahun ini juga meluncurkan portal berita Jawa Timur, Clicks.id, selain portal berita Jawa Tengah, Inibaru.id.

Ada pula beberapa portal lain yang juga telah disiapkan, antara lain portal berita Jawa Barat, Dadali.id, dan portal berita Sulawesi Selatan, Apakareba.id. Selain itu, masih ada Oase.id, Gaya.id, dan Autogear.id, yang mengangkat gaya hidup dan hobi untuk segmen yang berbeda-beda.

Dari sisi konten, Medcom.id menyasar anak muda atau orang berjiwa muda yang haus informasi dan berita, berjiwa entrepreneurial, melek teknologi, dan punya kepedulian sosial yang tinggi. "Kami ingin mengawal anak muda dengan konten berita dan informasi yang bisa meningkatkan kualitas hidup mereka di saat ini dan di masa yang akan datang," Kania menandaskan.

Di luar itu, bersama Yayasan Surya Edukasi Bangsa, pihaknya turut menyelenggarakan online scholarship, kompetisi beasiswa online pertama dan terbesar di Indonesia, bekerjasama dengan berbagai universitas swasta terbaik di negeri ini. Tahun ini, Medcom.id juga mulai menawarkan beasiswa S-2, selain beasiswa S-1. Ke depan, akan membuka kemungkinan bekerjasama dengan universitas mancanegara. "Kami juga akan memperkuat kolaborasi dengan news research center dan media academy milik Media Group News untuk lebih mengoptimalkan data."

Kini pihaknya memperkuat branding sebagai portal berita dan video milik Media Group News dengan meluncurkan beberapa kampanye korporat melalui televisi dan medsos. Selanjutnya, terus akan membangun kapabilitas tim untuk bisa bekerja lebih optimal dalam ekosistem digital, termasuk membangun tim SEO dan TI yang kuat, serta mengejar jumlah user, terutama di kanal medsos. Ada pula rencana mendirikan media lab sebagai ruang kreatif untuk terus berinovasi dan berkontribusi terhadap perkembangan media digital bagi masyarakat luas.

Dari sisi tim dan organisasi, Medcom.id sengaja didesain untuk bisa bergerak liat dan beradaptasi cepat. Rata-rata karyawan berusia muda dengan pola komunikasi yang sangat cair tanpa hambatan birokrasi sehingga pengambilan keputusan bisa cepat. Termasuk, dengan membangun budaya inovasi untuk memunculkan ide-ide baru. Melihat track sejak didirikan, menurut Kania, sejauh ini hasilnya sudah cukup memuaskan. "Kami dapat menjaga produktivitas dan tumbuh positif," ujarnya.

Tentu saja, prosesnya masih panjang. Apalagi, saat ini dengan kondisi pandemi Covid-19 yang tantangannya tak mudah, terutama dengan 85\% karyawan yang bekerja dari rumah. Menurut Kania, tantangan terbesarnya, penyesuaian infrastruktur untuk mengikuti pola perilaku konsumen yang akhir-akhir ini berubah drastis. "Kami juga berharap regulasi yang lebih ramah terhadap perkembangan digital saat ini, terutama untuk mempermudah akses pendanaan," katanya. (*)

Sudarmadi & Vina Anggita

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)