Gerak Bisnis AP Solusi yang Kian Menanjak

Yundriati Erdani, Direktur Utama AP Solusi
Yundriati Erdani, Direktur Utama PT Angkasa Pura Solusi (AP Solusi)

PT Angkasa Pura Solusi (AP Solusi) sejak 2017 menata ulang portofolio bisnis untuk menyokong bisnisnya sendiri dan bisnis induk usahanya, PT Angkasa Pura II (Persero)/AP II di Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta). Sejak tahun itu, AP Solusi menyediakan beragam jasa untuk induk usahanya tersebut, yang terdiri dari lima lini bisnis.

Lini bisnis pertama yaitu jasa keamanan (aviation security) yang mengelola tiga ribu petugas keamanan. Lini bisnis kedua, jasa pelayanan fasilitas (facility services) yang terdiri dari jasa layanan kebersihan (cleaning service), perpakiran, serta perawatan dan perbaikan. Lini bisnis ketiga, bisnis digital dan teknologi informasi. Lini bisnis keempat, passenger service. Dan, lini bisnis kelima yaitu bisnis ritel dan media.

Kelima lini bisnis itu berkontribusi terhadap pendapatan AP Solusi di tahun 2018 yang senilai Rp 1,3 triliun. “Tahun 2019 ini, kami menargetkan revenue Rp 1,5 triliun-1,6 triliun,” ujar Yundriati Erdani, Direktur Utama AP Solusi. Pendapatan 2018 serta target omset di tahun ini melejit jika dibandingkan pendapatan di tahun 2015 senilai Rp 200 miliar.

Ini merupakan gerak nyata AP Solusi yang piawai menggarap lima lini bisnis itu di Bandara Soetta dan nonbandara, yakni mengelola layanan parkir, cleaning service, dan keamanan. “Contohnya, layanan security. Kami dipercaya mengelola bandara yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan,” ungkap Yundriati. Ada delapan proyek yang digarap AP Solusi untuk klien non-induk usaha ini. Kontribusi pendapatan yang digenggam AP Solusi dari klien non-induk usaha itu sebesar 23% dari jumlah total pendapatan. Sejauh ini, mayoritas pendapatan diperoleh dari jasa yang diberikan kepada induk perusahaan, sebesar 77%.

Perusahaan yang mempekerjakan 7 ribu pegawai ini akan mengubah komposisi pendapatan di periode berikutnya. “Untuk tahun depan, kontribusi pendapatan dari non-Grup AP II ditingkatkan menjadi 35%,” ujar Yundriati. Adapun porsi pendapatan dari Grup AP II pada 2020 ditargetkan sebesar 65%. Pengembangan bisnis berkesinambungan dilanjutkan perusahaan pada periode selanjutnya.

Caranya, seperti disampaikan Yundriati, adalah dengan meningkatkan kualitas pegawai, berinovasi untuk merespons disrupsi, dan melakukan tata kelola modal kerja sesuai dengan target bisnis. “Target selanjutnya, mengembangkan market di luar grup AP II dan nonbandara. Kemudian, terus berinovasi agar mengembangkan bisnis yang sudah ada,” katanya.

Inovasi diimplementasikan agar layanan AP Solusi memberikan nilai tambah kepada konsumen. Manajemen berupaya mengkreasikan peluang bisnis dengan mengoptimalkan digitalisasi yang mendukung model bisnis dan konsep bandara cerdas (smart airport). Inovasi digital ini diwujudkan AP Solusi melalui anak perusahaannya, PT Angkasa Pura Sarana Digital (APS Digital). Perusahaan ini didirikan pada pertengahan tahun ini yang portofolio bisnisnya menyediakan peranti lunak dan sistem TI di bandara.

Inovasi bisnis AP Solusi lainnya yaitu menggandeng Union Space untuk mengembangkan ruang kerja bersama (co-working space) premium yang pertama di Indonesia. Nantinya, ruang kerja bersama ini akan terintegrasi dengan area Smmile Center (Small Micro Medium Business with Learning Experience Center). “Harapannya, area ini bukan hanya sekadar area ritel komersial, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomi rakyat,” kata Yundriati. Maka, pihaknya fokus mengurasi UKM, menjadi wadah untuk membangun komunitas entrepreneur, pusat inkubator dan pengembangan bisnis UKM, tempat nongkrong, serta menjadi pusat kegiatan. Smmile Center ini sudah soft launching dan mulai beroperasi di awal 2020.

Layanan yang inovatif terus digenjot, misalnya menyediakan Saphire Lounge di Terminal 2F dan Terminal 3 di Bandara Soetta, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Kualanamu di Medan, dan Bandara Pangkal Pinang di Bangka-Belitung. “Saphire Lounge ini menjadi sumber revenue kami yang langsung berhubungan dengan konsumen. Kami juga bekerjasama dengan Plaza Premium Lounge agar layanan lounge kami berstandar internasional. Di Indonesia, kami satu-satunya yang menyediakan lounge berstandar internasional,” Yundriati menegaskan.

AP Solusi bermitra dengan Plaza Premium Lounge, perusahaan penyedia jasa lounge terbesar di dunia, untuk menggenjot pendapatan dari segmen ini. Tak ingin setengah-setengah mengembangkan bisnis, AP Solusi membangun Saphire Plaza Premium Mega Lounge di Terminal 3 Bandara Soetta. Kelak, lounge seluas 3.400 m2 ini akan tercatat sebagai lounge terbesar di dunia. Peresmian lounge ini dijadwalkan pada Februari 2020. Pengembangan bisnis dan pertumbuhan omset AP Solusi itu merupakan hasil dari implementasi tata ulang portofolio bisnis yang dilakukan sejak dua tahun lalu. (*)

Anastasia Anggoro Suksmonowati & Vicky Rachman

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)