Jurus Turnaround WOM Finance, dari Rugi Rp 45,6 Miliar Jadi Untung Rp 7,6 Miliar

PT Wahana Ottomitra multiartha Tbk. (WOM Finance) sempat menderita kerugian puluhan miliar. Beruntung, anak usaha dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BII) ini cepat keluar dari keterpurukan dan berhasil mencatat laba. Apa strategi perseroan?

Pada semester pertama tahun lalu, perusahaan pembiayaan kendaraan roda dua ini menderita kerugian yang cukup besar yakni Rp 45,6 miliar. Di akhir 2011 kinerja perseroan juga tidak memuaskan, rugi Rp 5,3 miliar.

Presiden Direktur WOM Finance, Djaja S. Sutandar, mengatakan, carut marut kinerja keuangan perseroan yang dipimpinnya akibat adanya kejanggalan-kejanggalan di divisi collection maupun surveyor kredit.

Untuk membenahi hal tersebut, perseroan kemudian meningkatkan control dan monitoring  beberapa divisi, mulai dari colection, kredit dan surveyor. Melakukan perekrutan serta pelatihan karyawan dengan baik.

“Kami juga meningkatkan inovasi pelayanan pembiayaan motor. Kami ciptakan kinerja yang baik di WOM, culture karyawan yang baik agar mereka bisa berprestasi,” ujar Djaja di Jakarta, Senin (22/4).

Penyebab lain perseroan menderita kerugian adalah efek dari ke agresivitas manajemen lama, sehingga hasilnya kurang baik dan ditemukan banyak portfolio kredit yang kurang berkualitas.

“Di 2012 kami berhasil memperbaiki. Hanya motor yang berkualitas saja dibiayai, kami juga hanya memilih wilayah-wilayah yang punya sejarah kredit yang baik. Kualitas customer harus jelas, profil yang menerima pembiayaan harus jelas,” ucapnya.

Selain harus memperbaiki kualitas customer, perseroan juga sudah menerapkan Down Payment (uang muka) yang tinggi, bahkan sebelum ada regulasi tentang DP. “Tantangan dengan adanya kenaikan DP berdampak signifikan ke perseroan, namun kami berhasil menjaga aset kami,” katanya.

Strategi yang diterapkan perseroan tersebut membuahkan hasil, tercermin dari nett bad debt dari 10% menjadi 7%. Dari rugi Rp 45,6 miliar di semester pertama 2012, berubah menjadi laba sebesar Rp 7,6 miliar di akhir 2012, atau naik 41,4%. Non performing loan (NPL) WOM Finance juga membaik dari 3,23% pada tahun 2011 menjadi 3,16% di tahun 2012.

Total liabilitas perseroan juga mengalami penurunan sebesar 16,3% dibandingkan posisi akhir 2011. Penurunan ini terjadi karena adanya penurunan Rp 417 miliar di utang lain-lain, sebesar Rp 292 miliar di utang obligasi dan pelunasan medium term note (MTN) sebesar Rp 200 miliar.

Di tahun 2013, WOM Finance menargetkan setidaknya pembiayaan 500 ribu unit motor atau senilai sekitar Rp 5 triliun, angka tersebut sama dengan realisasi pembiayaan di 2012. Kontribusi terbesar diperkirakan masih dari pembiayaan motor baru yakni dengan persentase 75%, sisanya 25% dari pembiayaan motor bekas.

Pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua yang stagnan terkait regulasi kenaikan DP, membuat perseroan tak berani mematok target pembiayaan yang melebihi realisasi tahun 2012. Apalagi, perseroan baru keluar dari masa krisisnya. Tahun ini WOM Finance juga belum berani memperbanyak jumlah cabangnya, masih 204 cabang di mana mayoritas berada di Pulau Jawa.

Terkait pendanaan untuk pembiayaan, WOM Finance hingga saat ini masih mengandalkan pinjaman dari perusahaan induknya yakni BII dengan persentase pinjaman mencapai 80% dibanding enam bank lain yang memberi pinjaman.

Tahun ini perseroan membutuhkan dana tambahan Rp 1 triliun untuk memperkuat pembiayaan di mana dana tersebut akan didapatkan dari pinjaman bank. Perseroan juga berencana menerbitkan obligasi di kuartal III tahun 2013. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)