Pieter Andrian, VP Group HR Emtek: “Fungsi Divisi HR Akan Lebih Cair”

Pieter Andrian, VP Group HR Emtek
Pieter Andrian, VP Group HR Emtek

Di tahun 2017, Delloite memublikasikan riset Global Human Capital Trends. Sejak tahun itu, saya mengikuti hasil riset Delloite yang menjabarkan tren human resources (HR) ini.

Berdasarkan riset tersebut, saya mengamati fungsi Divisi HR akan lebih cair. Dulu kan fungsi kerja HR terkotak-kotak berdasarkan bidangnya, seperti bagian rekrutmen pegawai, hubungan industri, personalia, dan administrasi. Nah, saat ini sekat-sekat pembagian tugas kerja HR ini akan semakin memudar karena arah workforce HR di lima tahun ke depan akan lebih cair. Nantinya, fungsi HR berkembang menjadi generalis yang dalam mengelola SDM pengetahuannya kian mendalam. Itu dinamakan fungsi HR yang depth-generalist.

Terkait tren di level pemimpin perusahaan, riset Deloitte itu memprediksi peran yang dipegang oleh chief. Para chief ini, yang diistilahkan Deloitte sebagai “Symphonic C-Suite”, memiliki otoritas untuk mengelola stafnya dan melaporkan perkembangan program kerja tidak harus ke pemimpin tertinggi, yakni CEO. Mereka cukup melapor kepada atasannya, misalnya melapor ke Chief of Innovation, Chief of People, atau Chief of Technology. Lalu, anak buah para chief ini berkolaborasi dengan unit bisnis lainnya. Staf ini mengimplementasikan budaya kerja yang cross functional. Sekarang, gejala ini sudah mulai terjadi di Indonesia, termasuk di Grup Elang Mahkota Teknologi (Emtek).

Tren lain yang perlu diperhatikan HR adalah kecenderungan generasi milenial yang bekerja tidak semata-mata mencari status dan materi, tetapi mereka igin mengembangkan skill dan kompetensinya. Saya mengamati kecenderungan karyawan, khususnya generasi milenial, yang menginginkan program pengembangan kompetensi. Mereka ingin dilatih dan dibimbing kompetensinya oleh manajemen senior. Setelah itu, mereka ingin diberi tugas oleh perusahaan untuk melaksanakan proyek bisnis. Itulah yang dimaksud people experience. Makanya, saat ini ada jabatan People Experience Officer, fungsi baru yang berkembang di bawah Divisi HR.

Perusahaan pun harus bisa memberikan penawaran yang terbaik dan meningkatkan citra merek (branding) kepada pegawai. Cara branding-nya itu membangun work environment dan people experience. Berdasarkan pengamatan saya, karyawan yang mendapatkan pengalaman yang menyenangkan di perusahaannya itu akan menceritakan pengalaman tersebut kepada teman-temannya.

Di Grup Emtek, kami memberikan kesempatan kepada pegawai untuk belajar serta memberikan experience yang tangible dan intangible melalui pendekatan humanis. Experience yang kami kreasikan bisa membentuk karakter dan mengembangkan kompetensi pegawai.

Tren berikutnya, akhir-akhir ini pegawai menginginkan pekerjaan yang bisa memberikan makna dan dampak positif kepada masyarakat. Ketika diwawancara oleh HR, kandidat pegawai dari kalangan muda ini selalu ingin mengetahui rincian program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dampaknya ke publik. Mereka menginginkan perusahaan menjadi bagian dari pengembangan masyarakat (community development).

Menurut saya, program CSR menjadi salah satu pertimbangan calon pegawai dari kalangan generasi muda untuk berkarier di perusahaan. Hal seperti demikian adalah tren HR saat ini dan di masa mendatang, seperti yang dijabarkan pada riset Deloitte itu. (*)

Arie Liliyah & Vicky Rachman

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)