Program Vokasi INKA, Meluluskan 50 Mahasiswa Prodi Perkeretaapian

Direktur Utama INKA Budi Noviantoro
Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA Budi Noviantoro

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dan Politeknik Negeri Madiun (PNM) menandatangani kemitraan untuk membuka Program Studi (Prodi) Diploma IV (D-4) Teknik Perkeretaapian. Prodi yang diluncurkan pada Juni 2018 itu merupakan hasil dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani Direktur Utama INKA Budi Noviantoro dan Direktur PNM M. Fajar Subkhan, pada pertengahan tahun lalu.

Budi mengatakan, INKA menggandeng perguruan tinggi untuk membuka program vokasi perkeretaapian sebagai solusi untuk mencetak tenaga terampil di bidang perkeretaapian. Berdasarkan kajian PNM, kebutuhan SDM di bidang perkeretaapian diprediksi semakin meningkat di masa mendatang. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan industri perkeretaapian mencapai 30 ribu orang.

Terkait kebutuhan SDM itu, menurut Budi, INKA membutuhkan pegawai yang menguasai aspek regulasi, keterampilan khusus seperti masinis, dan keahlian di bidang manufaktur kereta api. Untuk memasok SDM berkualitas ke INKA, Budi yang menginisiasi pendidikan vokasi Teknik Perkeretaapian di PNM, Jawa Timur, menambah jumlah pendidikan vokasi setelah menandatangani kesepakatan kerjasama antara INKA dan dua SMK di Banyuwangi, yaitu SMK 1 Glagah dan SMK Cordova, pada Juli tahun ini.

Ke depan, pendidikan vokasi perkeretapian di SMK dan PNM ini diharapkan akan memperlancar pasokan SDM ke BUMN perkeretaapian. Saat ini, jumlah pegawai INKA sebanyak 4 ribu orang. Mayoritas mereka di bagian produksi. Nantinya, INKA membutuhkan pasokan SDM yang makin banyak karena BUMN ini sedang membangun pabrik di Banyuwangi, Ja-Tim. Pabrik yang dibangun di lahan seluas 83 hektare ini ditargetkan selesai pada Agustus 2020.

Nah, pabrik baru di Banyuwangi itu diestimasikan menyedot 3 ribu tenaga kerja. Perseroan berkomitmen mempekerjakan masyarakat sekitar dalam pengoperasian pabrik kereta api ini, salah satunya lulusan SMK. “Kebutuhan SDM lainnya akan dipasok dari lulusan Teknik Perkeretapian PNM,” kata Budi.

Setelah membangun fondasi vokasi, jajaran direksi dan pegawai INKA berpartisipasi aktif untuk menularkan ilmu perkeretaapian kepada mahasiswa atau siswa SMK. Budi, misalnya, rutin mengajar di PNM setiap Jumat. “Saya dosen untuk mahasiswa di Prodi Teknik Perkeretaapian,” ujar Budi yang pernah berkarier di PT KAI (Persero) selama 32 tahun itu. Selain Budi, sekitar lima pegawai INKA turut mengajar di kampus PNM. Mahasiswa yang diterima di prodi ini berkisar 40-50 orang per angkatan. PNM telah meluluskan satu angkatan, dan beberapa di antaranya bekerja di INKA setelah melalui proses seleksi.

Budi mengatakan, mahasiswa mempelajari teori dan praktik lapangan ke pabrik kereta api. Kemampuan mahasiswa, antara lain, dapat merancang gambar gerbong kereta api. “Misalnya, untuk membuat kereta api yang dipesan Filipina, mahasiswa dibimbing dosen untuk membuat gambarnya, kemudian membuat produk jadinya, mulai dari pintu, komponen, dan sebagainya,” tuturnya. Pemerintah Filipina memesan kereta di INKA yang nilai kontraknya Rp 800 miliar.

Ke depan, INKA ingin menambah pendidikan vokasi dan berencana mendirikan politeknik khusus perkeretaapian di Banyuwangi pada 2021. “Kami sudah menandatangani MoU dengan Pemerintah Jerman dan Swiss untuk program pendidikan vokasi ini,” ungkapnya.(*)

Herning Banirestu & Vicky Rachman

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)