Sinarmas Mining Group, Tumbuh Supercepat Berbasis Manajemen SDM yang Solid

Di industri pertambangan, Sinarmas Mining Group (SMM) dikenal sebagai salah satu pemain yang tumbuh sangat pesat. Bahkan, di kalangan internal Grup Sinarmas sendiri, divisi bisnis mining juga termasuk divisi bisnis yang pertumbuhan bisnisnya luar biasa dibandingkan divisi bisnis lain milik Keluarga Eka Tjipta Widjaja itu.

Baru berdiri tahun 2006, kini SMM memiliki tak kurang dari 60 entitas bisnis yang meliputi bisnis produksi batu bara, perdagangan, logistik, konstruksi, energi terbarukan, dan bidang-bidang bisnis terkait tambang. Secara keseluruhan SMM memiliki tak kurang dari 40.000-an karyawan.

Teryata, sukses pertumbuhan bisnis SMM tak lepas dari dukungan manajemen SDM yang solid. Pernyataan ini setidaknya terkonfirmasi dalam ajang penjurian HR Excellence 2020: rating SMM amat bagus berdasarkan penilaian para juri independen. Di ajang ini, bahkan SMM memperoleh tiga rating “AA”. Yakni, pada kategori Learning & Development, HR Technology, dan HR Transformation. Tak pelak lagi, raihan rating SMM merupakan rating tertinggi di ajang tahun ini.

Paulus Swasono Satyo Nugroho, Chief Human Resources Officer SMM, membenarkan bahwa perusahaannya dalam beberapa tahun terakhir melakukan improvement, termasuk dengan melakukan transformasi di bidang pengelolaan SDM.

“Objektif yang ingin dicapai pada HR Transformation, mengubah SDM dalam Grup SMM menjadi organisasi kinerja tinggi dengan menggunakan teknologi dan transformasi, juga untuk memperkuat budaya belajar proaktif-kolaboratif dan membangun global talent pipeline yang kuat,” Paulus menjelaskan. Transformasi ini juga tak lepas dari target SMM yang ingin mencapai aset US$ 20 miliar pada tahun 2026.

Kiki Risyandi, Kepala Inisiatif Strategis HR SMM, ikut menjelaskan, dalam transformasi SDM ini ada empat hal yang menjadi fokus. Yakni, pertama, melalui pemberdayaan teknologi dan analisis yang kuat. Kedua, melalui cara-cara yang inovatif dan terbaik di kelasnya untuk mengoptimalkan semua kemampuan SDM. Ketiga, mengubah manajemen dalam kepemimpinan, orang, proses, dan pola pikir. Keempat, memperkenalkan EVP untuk meningkatkan keterlibatan karyawan. Detail implementasi strategi dari setiap fokus itu sangat banyak yang tak bisa disebutkan satu per satu. Namun, hasilnya ingin memiliki organisasi yang agile, punya halocracy dan meritokrasi yang kuat, serta berbasis big data analytics yang akurat.

Arief Setiawan, Deputi VP HR Operation SMM, menambahkan, pihaknya mengembangkan teknologi untuk menopang HR dan membangun sistem untuk membantu percepatan bisnis. Teknologi yang dibangun menyangkut backbone ataupun aplikasi-aplikasi yang berdiri di atasnya. Contohnya, sudah dibangun aplikasi-aplikasi khusus untuk menopang pekerjaan rekrutmen, penggajian, komunikasi internal (menggunakan teknologi chatbot), dan general affairs services. “Banyak teknologi yang kami pakai untuk membantu karyawan lebih fokus pada hal yang lebih menarik, menambah nilai tugas dan produktivitas, serta meningkatkan siklus pemrosesan,” kata Arief.

D bidang HR learning & development, strategi SMM memang terbilang sangat progresif. Dijelaskan Yuni Lasti Faulinda, Kepala Talent Acquisition & Development SMM, objektif yang ingin dicapai SMM di bidang learning & development adalah memperkuat pembelajaran proaktif-kolaboratif budaya dan membangun global talent pipeline yang kuat dengan menghasilkan 300 level chief experience officer (CXO). “Kami juga terus mencoba mentransformasi task worker menjadi learning worker,” kata Yuni.

Untuk mencapai objektif tersebut, SMM melakukan sejumlah langkah. Antara lain, menyeleggarakan program leadership development yang eksklusif, certification program road to digitalization era, regular training program leverage people skill & competencies, dan program social learning culture. Program pelatihan yang ditawarkan bervariasi, menyesuaikan dengan kebutuhan fungsi yang dipegang. Contohnya, pada tingkat atas ada Senior Leadership Development Program yang diharapkan dapat menyukseskan bisnis baru yang dikembangkan dengan anorganik atau pola M&A.

SMM juga sudah mengembangkan platform MyLearning sebagai learning experience, sehingga setiap pemangku kepentingan dapat belajar kapan saja dan di mana saja. “MyLearning merupakan Artificial Intelligence (AI) Powered Knowledge Cloud, yang diharapkan dapat membantu penemuan terpadu, pengetahuan manajemen, dan pembelajaran yang dipersonalisasi,” Yuni menjelaskan. “Sejauh ini, dengan MyLearning, sebanyak 76% karyawan merasa tercerahkan setelah mendapatkan kursus, yang membantu mereka dalam melakukan kinerja yang lebih baik,” tambahnya.

Di antara yang unik di SMM, mereka punya program pengembangan karyawan yang disebut Learning Project Partner Incubator. Program ini hadir sebagai hasil kolaborasi dengan sejumlah pihak, untuk mengembangkan SDM pada talenta terbaik. SMM menggandeng lembaga inkubasi seperti Enigma Camp, Poltek Simas Berau, dan Young Leaders Indonesia. Dari YLI sudah didapatkan 522 kandidat untuk posisi Manajemen Bisnis dan Analis.

Melalui program seperti itu diharapkan horison pengembangan karyawan bisa out of the box dan menantang, tak hanya hal-hal yang sifatnya rutinitas. Terkait programnya yang cukup progresif ini, Paulus menegaskan, “Kami ingin mempersiapkan generasi muda kami agar siap memimpin dan menghadapi masalah di masa depan dengan kesiapan dan mental sebagai pemimpin yang baik.” (*)

Sudarmadi & Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)