Strategi BTN Mengelola dan Memberdayakan Karyawan

Yossi Istanto, Direktur Strategic Human Capital BTN
Yossi Istanto, Direktur Strategic Human Capital BTN

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dalam menjalankan bisnisnya didukung oleh sumber daya manusia (SDM), baik yang bersifat organik (white collar worker/pegawai) sebanyak 53% dan nonorganik (blue collar worker/outsourcing) sebanyak 47%. Total pegawainya per September 2019 sebanyak 11.467 orang. Yang menarik, jumlah karyawan milenial atau yang berusia di bawah 35 tahun sangat mendominasi, yaitu mencapai 81% dari total jumlah karyawan BTN saat ini.

Bank ini pun memiliki strategi khusus dalam membangun engagement dengan pegawai termasuk kelompok milenial. Yossi Istanto, Direktur Strategic Human Capital BTN menjelaskan strateginya, yaitu pertama, clear & promising direction. Bank BTN telah memiliki rencana jangka panjang dan memiliki prospek kinerja yang sangat baik ke depan sebagaimana tercantum dalam “Cetak Biru Rencana Transformasi Bank BTN” maupun “Rencana Bisnis Bank” (RBB).

Hal ini terlihat dari pencapaian kinerja positif yang ditunjukkan BTN di 2018 seperti pertumbuhan asset yang pesat sehingga berhasil menjadikan aset  BTN terbesar kelima di Indonesia, kredit konsisten tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri, total market share KPR BTN secara nasional mencapai 39.35%, dominasi pangsa KPR subsidi mencapai 94%, dan realisasi program sejuta rumah mencapai 757 ribu unit.

Terkait pencapaian kinerja bank ini serta untuk mengembangkan engagement pegawai, perusahaan selalu melibatkan pegawai termasuk kelompok milenial untuk turut aktif berperan serta dalam proses transformasi Bank BTN yang sedang dijalankan,” katanya.

Kedua, confidence in leaders. BTN saat ini dipimpin oleh manajemen yang telah memiliki pengalaman dan kompetensi yang mumpuni di bidang sektor perbankan. Selain itu, BTN memiliki program budaya untuk selalu melibatkan dan meningkatkan peran pemimpin (leaders) sebagai role model.

Ketiga, quality and customer focus. BTN telah mendorong setiap pegawai untuk memberikan kualitas layanan kepada nasabah dengan sebaik-baiknya. Hal ini tercermin dari nilai budaya perusahaan, yaitu strive for excellence atau spirit mencapai keunggulan, di mana seluruh pegawai termasuk milenial didorong untuk antusias, proaktif, dan pantang menyerah dalam memberikan layanan kepada nasabah serta mengutamakan kepuasan pelanggan bank.

Keempat, respect & recognition. BTN memberikan perhatian, penghargaan dan pengakuan yang setinggi-tingginya bagi pegawai yang berprestasi, tidak hanya berprestasi dalam aspek kinerja tetapi termasuk prestasi dalam aspek yang lain. Kelima, development opportunities, BTN memberikan kesempatan yang sangat luas bagi pegawai untuk mengembangkan kariernya. Keenam, compensation and benefit. Secara umum, bank ini telah memberikan remunerasi yang sangat baik bagi pegawainya.

Kemudian strategi dalam memberdayakan pegawai, termasuk pegawai milenial adalah melalui bebagai langkah seperti performance management, authority & empowerment, resources, training, collaboration, work, structure and process.

Selain itu, BTN juga telah menyusun pendekatan inovatif yang disusun dan dikembangkan dalam strategi untuk menghadapi Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA) dan disrupsi akibat perkembangan teknologi industri 4.0. Pendekatan inovatif tersebut salah satunya adalah implementasi smart branch di mana layanan nasabah dilakukan secara automisasi melalui sistem digital (menggantikan peran frontliner bank) sehingga nasabah memiliki fleksibilitas tinggi dan layanan yang lengkap dan unggul.

Suasana kerja pegawai pun dibangun dengan mengedepankan nilai-nilai budaya perusahaan, yaitu Sinergi, Integritas, Inovasi, Professionalisme, dan Spirit Mencapai Keunggulan (SIIPS). Lingkungan kantor dibangun dan didesain dengan konsep modern dan open workspace yang nyaman. “Hal ini sejalan dengan program transformasi Bank BTN untuk menciptakan budaya kerja yang adaptif, berbasis digital dan berintegritas guna meningkatkan produktivitas dan kinerja,” ujar Yossi .

Selain itu, konsep ruangan kerja juga mengacu pada agile environment (lingkungan yang selalu berubah) sehingga pegawai dimungkinkan bekerja di mana saja/dari mana saja tanpa harus memiliki ruangan kerja spesifik (remote working). Hal ini bisa meningkatkan kreativitas dan inovasi pegawai. 

Dengan berbagai strategi dalam mengelola dan memberdayakan karyawan, tingkat turn over pegawai di BTN menurun menjadi 1,67% atau lebih rendah dari 2018 sebesar 2,26%. Kemudian, skor employee engagement indeks di 2018 meningkat menjadi 85% dari 2017 sebesar 77,5%.

Dede Suryadi dan Vina Anggita

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)