Unilever Indonesia, Genjot Produk yang Paling Laku dan Re-alokasi Sumber Daya

Hemant Bakshi, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk.
Hemant Bakshi, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk.

Salah satu pemain utama di bisnis fast moving consumer goods, PT Unilever Indonesia Tbk., melakukan serangkaian upaya untuk mempertahankan kinerja bisnisnya di masa pandemi Covid-19 ini. Pada segmen-segmen tertentu, penjualan produk Unilever memang terdampak pandemi ini.

Saat ini, sebagaimana dijelaskan Hemant Bakshi, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk., perusahaannya fokus pada tiga hal. Yaitu, melindungi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan karyawan; memastikan keberlangsungan bisnis; serta memenuhi kebutuhan produk untuk membantu konsumen.

Dari sisi operasional bisnis, Unilever cenderung fokus pada produk-produk inti, terutama memprioritaskan Stock Keeping Unit (SKU) produk kesehatan dan kebersihan yang banyak dibutuhkan di masa pandemi Covid-19 ini. Contohnya, dengan melipatgandakan produksi hand sanitizer Lifebuoy hingga 100 kali lipat dalam waktu beberapa minggu.

“Dalam waktu singkat, kami genjot pasokan kami secara besar-besaran, mengakses kemasan baru, memproduksinya, dan akhirnya menghadirkannya di pasaran,” Hemant menjelaskan. Perusahaan juga terus berinovasi dengan menghadirkan produk baru atau meluncurkan ulang produk lama. Selama kuartal I/2020 saja, terdapat 21 program peluncuran dan peluncuran ulang produk yang dilakukan Unilever di Indonesia.

Contoh inovasinya, Sahaja, merek baru yang diluncurkan pada Maret 2020. Sahaja membidik segmen muslim. Merek ini hadir dalam empat lini produk kebersihan, yaitu sabun pencuci piring, cairan pembersih lantai, spray higienis (untuk disemprotkan pada peralatan shalat, termasuk sajadah), dan cairan pembersih higienis (digunakan untuk merendam, sebelum mencuci peralatan shalat dengan deterjen). Sahaja berkomitmen menyisihkan 2,5% hasil penjualan bersihnya untuk kemakmuran sesama umat muslim di sekitar dalam bentuk shadaqah, bekerjasama dengan Dompet Dhuafa.

Unilever juga meningkatkan aksesibilitas konsumen dengan mengembangan program Unilever Home Delivery sehingga konsumen bisa membeli produk Unilever dari rumah. Pihaknya menghadirkan inovasi agar konsumen tetap dapat #AmanBelanjaDariRumah. Di situs www.unileverhomedelivery.com konsumen bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai cara membeli produk-produk Unilever secara online (daring), baik melalui jaringan e-commerce terpercaya maupun WhatsApp. Layanan ini tersedia di dua belas kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Medan, Pontianak, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Willy Saelan, Direktur Human Resources UniIever Indonesia, menambahkan, sebagai upaya melindungi kesehatan karyawan, Unilever juga menetapkan kebijakan work from home (WFH) bagi seluruh karyawan berbasis kantor. Bahkan, perusahaan pun memberikan sharing online tentang berbagai materi pembelajaran, misalnya tip nutrisi seimbang, sesi olahraga bersama, dan tutorial memasak menu bernutrisi, untuk mencegah penularan Covid-19. Juga, berbagai bentuk program dukungan lainnya melalui Employee Assistance Program. Unilever juga membentuk tim khusus yang beranggotakan para leader untuk memastikan keamanan dan kesehatan karyawan serta keberlangsungan bisnis.

Di bidang manajemen SDM, salah satu hal penting, Unilever melakukan re-alokasi sumber daya, dari bidang yang mempunyai sumber daya berlebih ke divisi yang mempunyai urgensi lebih tinggi. “Kami juga mengenalkan sistem Flexible Resourcing, di mana karyawan bisa mengomunikasikan project yang memerlukan dukungan sumber daya manusia melalui aplikasi Flex Sourcing. Karyawan yang melihat opportunity itu sebagai sarana untuk pengembangan diri dapat mengajukan diri untuk bekerja paruh waktu dalam project tersebut,” Willy memaparkan.

Dengan cara tersebut, terjadi hubungan mutualisme antara Line Manager yang membutuhkan sumber daya tambahan dan karyawan yang mempunyai kapasitas ekstra untuk berkontribusi di project lain. Dalam situasi ini, tim HR Unilever benar-benar menjadi ”talent control tower” untuk menyediakan dan mengalirkan sumber daya dari satu area ke area lainnya.

Kinerja Unilever Indonesia pada kuartal I/2020 tak bisa disebut jelek. Perseroan berhasil mencatat penjualan bersih Rp 11,2 triliun, tumbuh 4,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan domestik tumbuh 4,4% dan penjualan ekspor juga masih bisa tumbuh 9,0%. Laba bersih perseroan pun cukup baik, sebesar Rp 1,8 triliun, tumbuh 6,5% dibandingkan periode yang sama di 2019. (*)

Sudarmadi & Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)