Paxel, Perkuat Teknologi dengan Inovasi dan Berkolaborasi

Zaldy Ilham Masita, Co-Founder Paxel.
Zaldy Ilham Masita, Co-Founder Paxel.

Dikenal sebagai startup logistik yang melayani jasa pengiriman barang dalam kota dan antarprovinsi dengan layanan same day delivery, Paxel digagas oleh Jauhari Zein, mantan CEO perusahaan logistik besar di Indonesia. Setelah mulai beroperasi pada 2017 dan diluncurkan secara resmi pada awal 2018,  ini melesat bak meteor. Seiring dengan tumbuhnya beragam jenis e-commerce, Paxel termasuk pendatang baru yang langsung berlari kencang.

Hadir mengisi kekosongan segmen pasar dengan menargetkan orang-orang yang mempunyai kebutuhan kirim-mengirim dan khususnya pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan jasa kurir yang cepat, murah, dan dengan jangkauan luas, sasaran tegas dan lugas inilah yang membawa pertumbuhan mengagumkan. Sebagai gambaran, selama pandemi 2020, pertumbuhan Paxel meningkat 250% dibandingkan sebelum pandemi pada 2019.

Namun, Zaldy Ilham Masita, Co-Founder Paxel, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin berpuas diri. Zaldy bertekad terus agresif memperkuat teknologi dengan melakukan beragam inovasi layanan, dan memperluas jaringan melalui kolaborasi.

Ia menyadari, iklim bisnis logistik sejak pandemi berubah jauh dibandingkan sebelumnya. Perubahan ini diyakini akan terjadi permanen di tahun 2022 dan ke depannya walaupun pandemi berakhir. Perubahan yang sangat mendasar adalah pengiriman makin cepat dengan biaya yang makin kompetitif; frekuensi pengiriman makin banyak dengan volume yang lebih kecil.

“Hal ini membuat perusahaan logistik harus melakukan perubahan model bisnisnya dengan cepat untuk bisa survive. Dan, teknologi digital menjadi keharusan untuk bisa berubah dengan cepat dan scale-up dengan cepat,” Zaldy menandaskan.

Diakuinya, perubahan iklim bisnis memang memberikan peluang bagi bisnis logistik yang semakin terbuka lebar. Banyak peluang baru yang muncul. Perilaku dan gaya hidup konsumen yang berubah akibat pandemi memunculkan peluang baru di logistik.

Kemajuan infrastruktur juga membuat model-model baru di logistik. “Tantangannya adalah bagaimana mendapatkan SDM logistik yang bisa beradaptasi dengan cepat dan inovatif. Digitalisasi menjadi salah satu tantangan utama industri logistik,” katanya meyakinkan.

Bagi Paxel, momentum bergairahnya bisnis jasa pengiriman logistik harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Zaldy menyebutkan, pihaknya menargetkan pertumbuhan bisnis di tahun 2022 mencapai 200% dibandingkan pada 2021. Dikatakannya, dalam lima tahun terakhir, setiap tahun Paxel tumbuh rata-rata di atas 80%.

Sejauh ini kontribusi terbesar Paxel berasal dari pengiriman makanan dan frozen food, dengan porsi 80%. “Selama masa pandemi, kami telah melakukan edukasi pasar terkait pengiriman makanan atau frozen food antarkota,” ujar Zaldy. Adanya kebijakan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga diyakini akan mendukung pertumbuhan kinerja operasional Paxel hingga masa pandemi berakhir.

“Perusahaan logistik harus melakukan perubahan model bisnisnya dengan cepat untuk bisa survive, dan teknologi digital menjadi keharusan untuk bisa berubah dengan cepat dan scale-up dengan cepat.” Zaldy Ilham Masita, Co-Founder Paxel

Intinya, Zaldy mengatakan, pendorong pertumbuhan bisnis logistik pada 2022 ini adalah

pola bisnis baru serta perilaku konsumen yang berubah dan terbentuk stabil di tahun ini. Perubahan perilaku konsumen dalam dua tahun terakhir sesungguhnya masih banyak unsur wait and see. Namun, sekarang sepertinya era kenormalan baru sudah terjadi dan bisnis logistik pun bersiap menjemputnya.

 Kami percaya, digital economy seperti e-commerce dan social commerce juga akan tumbuh lebih cepat, dan makin banyak kategori baru yang masuk ke digital economy,” kata Zaldy. Kekuatan UMKM, menurutnya, akan semakin baik untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di 2022.

Lalu, apa strategi Paxel? Pertama, akan terus agresif memperluas jaringan melalui kerjasama dengan mitra-mitra baru. Setelah berhasil melayani pengiriman lebih dari 1 juta pelaku UMKM di Indonesia, Paxel memperluas jaringan layanan di Pulau Jawa dan Sumatera. Sebelumnya, telah menjangkau area Jawa, Bali, Medan, hingga Makassar.

Tidak bergerak sendiri, Paxel berkolaborasi dengan beberapa pihak. Yaitu, dengan SiCepat sebagai partner last mile; PT Logitek Digital Nusantara, anak perusahaan PT Telefast Indonesia Tbk.; serta Grup PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), sebagai penyedia sistem di 10 kota, meliputi Ciamis, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cilegon, Serang, Karawang, Cianjur, Sukabumi, dan Lampung.

Sama-sama mengedepankan kemudahan, keamanan, dan kecepatan dalam layanan, kerjasama strategis ini diakui akan memberikan dampak positif bagi perekonomian UMKM, yang memang menjadi salah satu misi Paxel dan SiCepat.

Strategi kedua, akan terus mengembangkan inovasi dengan menggunakan teknologi untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Selama ini Paxel memakai inovasi layanan sameday atau pengiriman yang tiba di hari yang sama. Inovasi ini terbukti dapat meningkatkan keuntungan para pelaku UMKM, terutama di bidang kuliner.

Selanjutnya, dalam rangka memperluas wilayah layanan di Bali, Sulawesi, hingga Sumatera, Paxel juga memperkuat infrastruktur teknologi guna meningkatkan efisiensi dalam hal operasi bisnis. Untuk itu, berbagai aplikasi Paxel, baik yang digunakan dari sisi pelanggan, kurir, maupun backend dashboard dengan fungsi analitik, semua dibangun di atas Amazon Web Services (AWS).

Diharapkan, dukungan AWS ini dapat meningkatkan layanan Paxel. Sebagai gambaran, awalnya Paxel hanya mengirimkan 20 paket sehari dan menggunakan computation instance seminimal mungkin untuk menekan biaya penggunaan server, tapi sekarang dapat mengirimkan lebih dari 10 ribu paket setiap hari.

Pendeknya, teknologi akan menjadi basis kekuatan Paxel dalam menghadirkan solusi atas setiap permasalahan baru dan mengurai kesenjangan struktural yang terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan penerapan teknologi, Paxel yakin akan tercipta akses serta model bisnis baru yang memberikan kemaslahatan bagi orang banyak, seperti komitmennya untuk selalu #AntarkanKebaikan bagi masyarakat Indonesia.

Ke depan, Zaldy masih membutuhkan funding untuk bisa scale-up dengan cepat. Namun, ia tidak mau terburu-buru karena ingin memastikan dulu struktur finansial yang sehat dan menguntungkan. Dengan dukungan hampir 2.000 kurir dan telah beroperasi di 30 kota, ia optimistis menjadi bagian dari pelaku bisnis logistik yang menjanjikan. (*)

Dyah Hasto Palupi/Arie Liliyah

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)