Komunitas Taman Bacaan Anak 1001buku Menuju Pusat Belajar Komunitas

Komunitas 1001buku dirintis oleh Ida Sitompul, Santi Soekanto, dan Upik Djalins pada Mei 2002 lewat sebuah milis. Milis ini dilahirkan kembali dalam bentuk yayasan resmi setahun kemudian. Komunitas pengelola taman bacaan anak (TBA) yang kini diketuai Dwi Andayani itu rutin menyelenggarakan Olimpiade Taman Bacaan Anak (OTBA) dan Ramadhan Ceria. Kekhasan mereka adalah logo Si Kuncung 1001buku yang disukai anak-anak.

Ditemui pagi hari di Rumah 1001buku, Dwi Andayani menerangkan kerja sama dan kokreasi macam apa yang dijalin dan dirancang komunitasnya dengan beberapa perusahaan. Berikut wawancara Rosa Sekar Mangalandum dengan perempuan berhijab itu:

Apa sih, yang dilakukan Komunitas 1001buku?

Awalnya, 1001buku hanya memasok buku secara sukarela ke TBA yang sudah berdiri. Kemudian komunitas ini mulai mendirikan TBA sendiri pada 2011. Komunitas 1001buku tak hanya mengelola TBA di Pulau Jawa, melainkan tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Sejumlah total 309 TBA menerima dukungan berupa buku dari komunitas saya. Ada 75 TBA dalam jaringan 1001buku Jabodetabek.

Karena tak mampu membeli semua buku dengan dana pribadi, relawan mengedarkan book drop box (BDB) di antara kawan-kawan yang bekerja di bilangan Thamrin dan Sudirman. Setelah menerima sumbangan dari karyawan kantor dan masyarakat sekitar, 1001buku memperluas gerakan ini ke sekolah-sekolah swasta. Buku yang terkumpul disumbangkan langsung ke perpustakaan dan TBA. Sekalipun gerakan terhenti, 1001buku jadi punya inisiatif membuat titik-titik pengumpulan buku, disebut BDB points, di rumah para relawan. Penyumbang bisa datang untuk mengantar buku, demikian pula pihak TBA yang butuh buku bisa mengambil keperluan mereka di BDB points.

Berapa jumlah anggota?

Dari 309 TBA yang didukung 1001buku di seluruh Indonesia, tercatat 198 TBA aktif dan terdata lengkap. Dalam hal aktivis, jumlah mereka tak terhitung karena sedemikian banyaknya yang bergabung di milis 1001buku. Saya tidak hanya memperhitungkan relawan tatap muka sebab permulaan 1001buku sebenarnya milis yang relawannya berbasis cyber.

Pages: 1 2 3 4 5

Leave a Reply

2 thoughts on “Komunitas Taman Bacaan Anak 1001buku Menuju Pusat Belajar Komunitas”

tolong kirim bukunya,saya butuh buku ini
by Nurfadilah, 03 Apr 2014, 14:29
luar biasa ktika kitabis mnjadi aktor perubahan penentu generasi ghn mnularkan candu atau virus membaca kpda generasi belia kita..bisa saya bergabung utu mmbuka 1 cabangnya lagi d pulau halmahera(malut)..saya skrg d jogja, di manakah sya bisa mndpatkan CP atau kontak untuk lnjutan komunikasi yg lbih jauh...terima kasih
by herman, 08 Mar 2013, 08:25

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)