Madu Uray, Garap E-commerce sejak 2014

Perjalanan Madu Uray dimulai pada 2001 dengan sebuah misi sederhana: menyediakan madu berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Kini Madu Uray memiliki beberapa varian produk hasil perlebahan, yakni madu hutan, madu trigona, madu sarang, madu+jahe, dan royal jelly.

Madu Uray mengembangkan pemasaran e-commerce sejak 2014. Dimulai dengan menjual di website sendiri (www.madu-uray.com), lalu merambah ke e-commerce besar. “Kami sudah tersedia di pasar konvensional jauh sebelum masuk ke pasar e-commerce,” kata Patricia, Marketing Manager PT Rejeki Tujuh Alam yang memasarkan Madu Uray.

Madu Uray sangat serius menggarap e-commerce. Setidaknya, hal itu tecermin dari banyaknya anggota tim yang didedikasikan untuk menggarap pasar e-commerce yang mencapai belasan orang. “Mereka yang bertugas di bidang e-commerce relations, data analyst, design, dan sebagainya,” Patricia menjelaskan. Mereka aktif melakukan branding dengan terus memperkenalkan produk dan promo. Dari pengalamannya, perbedaan antara e-commerce dan konvensional adalah dalam aspek kepraktisan dan kecepatan mendapatkan produk dengan memberikan pelayanan yang tepat, cepat, santun, dan informatif.

Kini penjualan via e-commerce sudah mencapai 10%-an, tetapi persentasenya terus bertambah setiap tahun. “Kami sudah tersedia di seluruh e-commerce besar, dengan Tokopedia dan Shopee masih memberikan kontribusi terbesar,” kata Patricia. Sejauh ini penjualan Madu Uray sudah mencakup seluruh wilayah di Indonesia dan sedang proses penjajakan ekspor ke beberapa negara. (*)

Sudarmadi & Jeihan Kahfi Barlian

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)