Propan Raya, Integrasikan Kanal Digital dan Platform Media

Geti Witayani (Manajer Komunikasi Pemasaran), Kris R Adidarma (CEO), dan Denny Firmansyah (Manajer Pemasaran Produk).
Geti Witayani (Manajer Komunikasi Pemasaran), Kris R Adidarma (CEO), dan Denny Firmansyah (Manajer Pemasaran Produk).

Proses digitalitasi dalam bisnis sudah menjadi menu wajib di tengah era disrupsi digital dan pandemi Covid-19 agar bisa tetap bersaing. PT Propan Raya pun telah menerapkan pemasaran digital (digital marketing) dengan mengintegrasikan kanal digital dan platform media dalam proses bisnisnya. Hal ini juga dilakukan untuk menjawab dan menyelesaikan permasalahan yang dialami, sehingga dapat membantu proses bisnis mitra Propan agar bisa lebih efisien dan menjadikan sistem digital ini sebagai one stop solution untuk kenyamanan konsumen.

Saat ini perusahaan cat dengan 3.664 karyawan ini memiliki 19.381 gerai ritel, 24 distributor, dan 41 cabang. Kapasitas produksinya mencapai 10 ribu mT per tahun dengan area produksi seluas 20 ribu m2 dan gudang 45 ribu m2.

Berbicara pemasaran digital, ada beberapa titik sentuh (touch point) yang sudah dibuat Propan. Semuanya dimulai pada 2012 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Kanal digital dan platform media Propan meliputi article-based, social media-based, display-based, program/video-based, activation digital, dan multi sponsors program.

“Semua digital channel yang kami miliki bermuara di website Propan Raya. Website ini adalah jantung dari aktivasi digital marketing kami,” kata Geti Witayani, Manajer Komunikasi Pemasaran Propan.

Yang membedakannya dari para pesaing, Propan tidak hanya mempunyai medsos korporat, baik Instagram maupun Facebook, tetapi juga medsos lainnya. Karena, perusahaan ini memiliki produk dengan segmen pasar yang berbeda-beda. “Kalau dikupas dalam corporate social media saja, tidak clear, karena kami memiliki social media untuk cat tembok, cat kayu, cat besi, lantai, dll. Masing-masing aktif dan masing-masing punya audiens sendiri,” kata Geti.

Untuk display-based, Propan memiliki enam app yang dikembangkan sendiri untuk mengover kebutuhan, dari pemasaran sampai distribusi. Keenam app tersebut adalah Propan Color Inspiraton, Android Tinting Automatic Board, Ahlicat.com, SFA New Version, Transportation Management System, dan Project Information System.

“Hal yang sering terjadi adalah bagaimana kami menjawab pertanyaan customer. Karena, banyak sekali customer yang mengajukan pertanyaan, seperti bagaimana catnya, bagaimana produknya, di mana belinya, dll. Ini semua kami berikan solusi melalui app, yakni Propan Colour Inspiration,” Geti memerinci. App ini memberikan visualisasi warna yang diinginkan customer. Di dalam app ini, customer bisa mengirimkan foto ruangan, lalu memilih warna sesuai dengan yang diinginkan.

Kemudian, ada aplikasi Tinting. Ini aplikasi berbasis cloud untuk melakukan proses pembuatan warna, pencatatan penjualan, monitoring stock, dll. bagi seluruh produk Propan berbasis air dan berbasis solvent.

Denny Firmansyah, Manajer Pemasaran Produk Propan, menjelaskan bahwa konsep pemasaran digital untuk apps-nya memliki tiga sifat. Pertama, real-time data, yaitu lalu lintas data yang selalu dapat diakses dan ter-update. Kedua, flexibility, yaitu kemudahan mengakses aplikasi dari mana pun, di mana pun, dan kapan pun. Ketiga, scalability, yaitu kapasitas penyimpanan data yang ideal menyesuaikan dengan kebutuhan dan penambahan database.

“Aplikasi digital kami sudah diterapkan di seluruh toko di Indonesia. Kami juga ada indikatornya.Toko-toko ini mewakili sistem Tinting yang kami miliki sehingga kami bisa melakukan monitoring jumlah mesin yang ada. Lalu, kami bisa melihat omset per toko secara real-time. Kami juga memetakan daerah-daerah mana yang kami harus agresif,” Geti menjelaskan manfaat dan hasil penggunaan pemasaran digital perusahaannya.

Perusahaan cat yang didirikan pada 1979 oleh Dr. Hendra Adidarma ini juga menggunakan System Application and Product in Data Processing (SAP) yang proses database-nya dari internal sehingga Propan tidak menggunakan konsultan.

“Ketika kami membuat aplikasi yang tadi sudah dijelaskan, hal yang kami utamakan adalah aplikasi tersebut harus terintegrasi dengan SAP. Karena, di SAP tersebut, segala problem atau kejanggalan bisa kami deteksi. Jadi, kuncinya adalah kami mengintegrasikan aplikasi dengan SAP,” kata Geti. Contohnya, di pabrik ketika ada kekosongan base, itu langsung ada alarmnya. Nanti ketika sudah sampai di pengiriman, ada integrasinya juga. Semuanya bisa dirangkum hanya dengan mengakses SAP.

Selain SAP, di backend, Propan juga memiliki Transportation Management System dan SFA. Dua aplikasi ini sudah dipegang oleh bagian penjualan sehingga mereka bisa membantu kontrol di lapangan. Semuanya langsung terkoneksi. “Apps kami sudah dipegang oleh sales, gudang, toko, distribusi, dll. Walaupun beberapa problem terjadi, kami memiliki tim complain handling yang mencari sampai root cause-nya seperti apa, sehingga kami bisa mencari solusinya,” ungkap Geti. (*)

Dede Suryadi dan Andi Hana Mufidah Elmirasari

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)