Nge-Zoom Bersama Diaspora Indonesia - Peneliti Vaksin AstraZeneca

Salah satu topik hangat di tengah situasi PPKM wilayah Jawa-Bali selama Juli 2021 adalah berita terkait keterlibatan putra Indonesia dalam penelitian vaksin AstraZeneca. Dan, vaksin AstraZeneca sendiri sudah cukup populer di Indonesia karena semakin banyak digunakan untuk vaksinasi, di samping vaksin Sinopharm. AstraZeneca merupakan vaksin hasil kerjasama antara Universitas Oxford, Inggris, sebagai peneliti dan perusahaan biofarmasi global asal Inggris, AstraZeneca, sebagai produsen.

Adapun keterlibatan putra Indonesia adalah sebagai peneliti yang tergabung dalam tim peneliti vaksin ini di Universitas Oxford. Mulanya, hanya ada satu nama yang diberitakan, yaitu Indra Rudiansyah, mahasiswa program doktoral di Clinical Medicine, Universitas Oxford. Indra tergabung dalam tim peneliti vaksin yang dipimpin Prof. Sarah Gilbert ini dengan tugas melaksanakan uji klinik tes antibodi pada ribuan relawan yang disuntik vaksin.

Di luar Indra, ternyata ada diaspora Indonesia lain yang juga tergabung dalam penelitian vaksin AstraZeneca. Dia adalah Carina Citra Dewi Joe yang tengah menjalani program pascadoktoral Research Scientist di Jenner Institute, Universitas Oxford. Sementara Indra tergabung dalam tim peneliti uji klinik, Carina melakukan penelitian untuk scaling up proses produksi agar vaksin bisa diproduksi dalam volume skala besar. Carina sendiri kini menjadi salah satu dari sekitar 6 pemegang paten vaksin AstraZeneca khususnya untuk scaling up manufaktur skala besar.

Menjadi hal yang sangat menggembirakan karena akhirnya kami dapat berbincang-bincang lewat Zoom dengan dua diaspora Indonesia yang sangat membanggakan itu. Perbincangan ini berlangsung pada 30 Juli pukul 16.00 WIB, atau sekitar pukul 10.00 di Oxford, Inggris. Baik Indra maupun Carina memang masih berdomisili di Inggris pada saat wawancara dilakukan. Perbincangan ini dapat terlaksana berkat peran  Indonesian Diaspora Network (IDN) Global, yang menjadi penghubung sekaligus memfasilitasi wawancara ini.

Cukup banyak hal yang kami obrolkan dalam pertemuan virtual yang berlangsung hampir satu jam tersebut. Dalam obrolan ringan itu, kami mendapat penjelasan terkait latar belakang pendidikan dan profesi, baik Indra maupun Carina, dan bagaimana mereka berdua dapat terlibat dan berkontribusi sangat signifikan dalam penelitian untuk pembuatan vaksin AstraZeneca yang kini sudah diproduksi secara massal dan digunakan untuk vaksinasi di lebih dari 170 negara.

Sebagai oleh-oleh wawancara kami dengan Indra dan Carina, kami mengemasnya ke dalam berbagai format agar bisa menjadi hidangan yang menarik bagi Sidang Pembaca SWA. Pertama, hasil wawancara itu kami tampilkan dalam versi YouTube yang bisa dinikmati melalui kanal YouTube SWAmedia Inc. Kedua, hasil wawancara itu juga kami tuangkan ke dalam artikel versi cetak di SWA edisi 15 yang terbit tanggal 15-18 Agustus ini, serta akan kami tampilkan juga di SWAonline. Harapan kami, hasil wawancara tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa, peneliti, dosen, kalangan bisnis, ataupun pemerintahan.

Kita memiliki banyak peneliti, profesional, dan entrepreneur yang hebat, baik di dalam negeri maupun di mancanegara sebagai diaspora. Yang diperlukan adalah bagaimana kita bisa mempertemukan dan menyinergikan berbagai potensi tersebut menjadi sebuah keunggulan dan kekuatan bangsa Indonesia.

Pada kesempatan ini, kami berterima kasih kepada Bapak Said Zaidansyah, Presiden IDN Global 2019-2021, dan Bapak Salut Muhidin, VP Human Capital IDN Global, atas terlaksananya wawancara ini. Semoga ke depan SWA-IDN Global bisa menampilkan wawancara dengan diaspora berprestasi lainnya sebagai bahan inspirasi bagi kita semua. –Red.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)