AMD Umumkan Software untuk Server Berbasis APU

AMD mengumumkan dukungan APU untuk server next-generation melalui sebuah peningkatan penting pada perangkat lunak yang dikembangkan oleh AMD dalam kolaborasi dengan para mitra dan komunitas open source.

Dalam penjelasannya pada ajang APU13, Phil Rogers yang mewakili AMD, menyoroti peningkatan signifikan yang berhasil dibuat oleh AMD, baik saat mengembangkan perangkat lunak internal AMD maupun untuk memfasilitasi pihak-pihak di luar AMD dengan memanfaatkan teknologi yang ada pada APU, yang mengombinasikan grafis AMD Radeon dengan CPU x86 dalam sebuah chip yang sama.

Salah satu produk AMD Salah satu produk AMD

“Server haruslah efisien, terjangkau, dan dapat beradaptasi agar dapat mengikuti cara komputasi yang cepat berubah. Aplikasi perangkat lunak yang memanfaatkan server APU dirancang agar bisa beroperasi dengan tingkat efisiensi tinggi dan hemat daya yang dioptimalkan untuk mengerjakan beban kerja tinggi secara paralel,” kata Suresh Gopalakrishnan, Corporate Vice President and General Manager of the Server Business Unit AMD, di California, Amerika Serikat, Rabu (13/11/2013).

“Kami telah mengubah cara kami dalam menciptakan sebuah prosesor untuk mendukung dan memaksimalkan kesempatan ini, dan kini kami bisa menunjukkan bagaimana ekosistem APU bisa mendapatkan momentumnya.”

Dengan adanya realisasi server APU berbasis Heterogeneous System Architecture (HSA) yang akan segera hadir di pasaran, AMD telah berhasil mengembangkan “tools” untuk aplikasi yang dapat memanfaatkan kelebihan dari HSA. HSA dapat membuat CPU dan GPU bekerja bersama secara harmonis, menempatkan beban kerja sesuai dengan kebutuhan tanpa memerlukan proses transfer data dan membebaskan memori pada GPU, sehingga tak akan memakan banyak memori GPU sehingga beban kerja yang kompleks bisa diselesaikan dengan lebih efisien.

“Menggabungkan APU terbaru dari AMD yang sudah mendukung HAS dengan arsitektur baru, seperti Freedom Fabric dari AMD dan Moonshot dari HP bisa membawa perubahan untuk hal-hal yang berhubungan dengan server dan big data,” terang Paul Teich, CTO and Senior Analyst at Moor Insights & Strategy.

AMD bekerja sama dengan mitra dan komunitas open source untuk menyediakan “tools” bagi para pengembang untuk dapat membuat aplikasi server dengan memanfaatkan CPU dan GPU secara bersamaan melalui APU terbaru berbasis HSA. “Tools” yang diumumkan pada APU13, antara lain:

• Project Sumatra – sebuah proyek kerja sama Oracle dan AMD berbasis open source bagi para pengembang untuk memanfaatkan Java dengan memanfaatkan komputasi GPU;

• GCC/HSA Project – proyek bersama AMD dan SUSE untuk membuat “compiler” open source berbasis Linux, yakni GCC, untuk mendukung HSA, dengan target API OpenMP;

• PGI Accelerator Compiler – versi beta tersedia memungkinkan pengembang untuk membuat OpenACC dapat mendukung APU dan
discrete GPU pada Windows dan Linux Fortran, serta pogram C dan C++;

• clMath – “library” OpenCL AMD yang ditujukan untuk open source untuk para pengembang agar dapat mengoptimalkan komputasi pada APU dan GPU AMD;

• ArrayFire 2.0 for OpenCL – "library” milik AccelerEyes yang memanfaatkan clMath untuk komputasi GPU dan menawarkan API yang mudah digunakan pada Windows dan Linux;

• CodeXL 1.3 – “tool suite” AMD untuk pengembang berbasis Windows dan Linux dengan fitur remote debugging and profiling. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)