BRILink, Terus Gandeng Pemilik Warung

Dalam urusan menggarap warung sebagai bagian dari kepanjangan tangan bisnisnya, Bank BRI tergolong cukup aktif. Persisnya, melalui BRILink. Kini mereka terus berupaya menjadikan para pemilik warung sebagai agen BRILink. Dan bisa dikatakan, langkah itu cukup berhasil menciptakan kondisi yang saling menguntungkan, baik BRI maupun pemilik warung itu sendiri. Sebab, pemilik warung mendapat dua sumber pendapatan, dari fee transaksi BRILink dan penjualan warung itu sendiri.

Sekadar mengilas balik, BRILink adalah layanan keuangan nirkantor yang dijalankan oleh agen. Para agen ini merupakan pemilik usaha kecil, biasanya berupa warung, di daerah setempat. Mereka menjadi perpanjangan tangan BRI untuk melayani aktivitas perbankan masyarakat, baik nasabah ataupun nonnasabah di daerah pelosok yang sulit dijangkau kantor perbankan. Melalui agen BRILink ini, masyarakat bisa melakukan segala transaksi perbankan laiknya di cabang bank, mulai dari transfer uang, pengambilan uang tunai, berbagai macam pembayaran (asuransi, listrik, dan sebagainya), referral pinjaman mikro, hingga pembelian pulsa.

Suprajarto, Direktur Utama BRI, yang juga menjadi salah seorang inisiator BRILink, mengatakan, produk ini adalah hasil pengembangan Teras BRI dan sebagai upaya memonetisasi perangkat electronic data capture (EDC) yang awalnya hanya di lokasi nasabah inti kerjasama (EDC off-site) di lokasi perkebunan atau pabrik. Berdasarkan survei kami, penduduk daerah kalau ke outlet/cabang kami perlu biaya, waktu, dan usaha besar. Maka, saat itu kami mencoba satu nasabah kami untuk diagenkan, dan ternyata sukses, terus berlanjut. Dampaknya, BRI bisa menghemat biaya operasional,” katanya.

Untuk menjadi agen, BRI membuka kesempatan dengan syarat utama: memiliki usaha dan dikenal baik oleh masyarakat setempat. Syarat lainnya, telah menjadi nasabah BRI minimal selama dua tahun. “Calon agen memiliki usaha yang sudah berjalan dan aktif menjalankan transaksi keuangan di BRI serta memberikan dokumen kelengkapan pembukaan yang tidak banyak. Agen akan mendapat fee dari setiap transaksi,” kata Bambang Tribaroto, Sekretaris Korporat BRI. Dalam operasinya, setiap agen dibekali mesin EDC yang fungsinya seperti Mini-ATM BRI, serta bentuk pelatihan lain terkait transaksi perbankan. Warung para agen juga akan dipasangi spanduk yang menandakannya sebagai Agen BRILink.

Hingga saat ini, Bambang mengungkapkan, kinerja transaksi agen BRILink terus meningkat. Dengan jumlah agen sebanyak 406.173 di akhir Maret 2019, selama kuartal I/2019, jumlah transaksi mencapai 112,3 juta, dana murah (current account and saving account/CASA) sekitar Rp 4,9 triliun, dan fee-based income sebesar Rp 174,9 miliar. Melihat kinerja itu, BRI menargetkan jumlah agen BRILink pada 2019 berada di atas 451 ribu, naik sekitar 12,5% dibandingkan akhir 2018. (*)

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)