MNC Bank, Terdepan di Tengah Kompetisi Bank Digital

Resmi menjadi bank dengan layanan perbankan digital pada 3 Juni 2021, PT Bank MNC Internasional Tbk. (MNC Bank) siap berkompetisi dengan bank digital lainnya. Didukung user base yang berjumlah ratusan juta, MotionBanking, nama yang disandang bank digital ini, masuk gelanggang untuk menjadi layanan perbankan digital terdepan di Indonesia.

Optimisme ini ditebarkan oleh Teddy Setiawan Tee, Direktur MNC Bank yang juga Chief Operating Officer MotionBanking. Menurutnya, MotionBanking dibawa untuk menjadi ekosistem layanan keuangan digital yang lengkap dan terintegrasi, yang tidak hanya perbankan, tetapi juga mencakup investasi/perdagangan saham, pembayaran, wealth management, asuransi, P2P lending, dan solusi keuangan lain, dengan didukung penuh oleh ekosistem MNC Group yang luas.

Aplikasi perbankan digital MNC Bank ini memiliki fitur komplet yang semakin mendekatkan layanan perbankan kepada nasabah. “Dengan demikian, MNC Bank akan fokus untuk mengembangkan digital business dengan menjadikan MotionBanking sebagai the most integrated digital financial platform dengan dukungan dari ekosistem MNC Group maupun mitra bisnis lainnya,” Teddy menandaskan.

Berbagai kemudahan pelayanan perbankan tersedia dalam aplikasi MotionBanking. Dirancang sebagai aplikasi perbankan terintegrasi, MotionBanking menawarkan layanan yang lengkap, mulai dari tabungan, transfer, pembayaran, hingga kartu kredit, beserta UI/UX yang nyaman, seperti login biometrik dan notifikasi real-time.

“Ya, kami akan terus berinovasi untuk mempermudah dan memperkaya pengalaman nasabah,” ujar Teddy. Pihaknya siap membuka pintu bagi pihak ketiga untuk mengintegrasikan layanan platform digital, seperti marketplace, fintech, dan ojek online ke dalam aplikasi tersebut.

Kelebihan MotionBanking, selain dibangun dengan platform arsitektur open API yang memungkinkan integrasi cepat dan mulus dengan mitra strategis, juga sudah menerapkan full biometric onboarding dengan artificial intelligence (AI). Fitur ini memungkinkan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan perbankan digital dan membuka rekening baru tanpa harus datang ke kantor cabang.

“Hanya dengan swafoto (selfie) dan beberapa klarifikasi data, nasabah bisa langsung terhubung tanpa harus menghilangkan kebutuhan verifikasi panggilan video seperti yang dilakukan sebelumnya melalui agen KYC (Know Your Customer),” ungkap Teddy mantap.

Adanya fitur full biometric onboarding memungkinkan MotionBanking menargetkan jumlah akuisisi pengguna baru yang eksponensial. Sistem yang dimilikinya dapat menangani pembukaan rekening dengan jumlah tidak terbatas.

Sebelumnya, proses verifikasi data pengguna bergantung pada video call yang memakan waktu lima menit per akun, sehingga MotionBanking hanya dapat menjangkau ratusan akun per hari pada jam kerja karena terbatasnya jumlah agen KYC. Sekarang, dengan adanya full biometric onboarding, sistem MotionBanking mampu mengumpulkan pengguna baru tanpa hambatan dengan jumlah tanpa batas setiap harinya.

Keunggulan lain fitur baru ini, nyaman dan mudah digunakan. Apalagi, dilengkapi teknologi OCR (Optical Character Recognition) yang mampu mengenali karakter, mulai dari angka, huruf, hingga tanda baca, dari dokumen yang diterjemahkan menjadi versi digital yang dapat dibaca komputer. Proses penyalinan dokumen tanpa mengetik, ditambah teknologi biometrik yang terintegrasi dalam aplikasi MotionBanking, dapat meminimalkan pengisian data diri secara manual, sehingga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna untuk menghasilkan proses yang lebih cepat.

“Dengan demikian, MotionBanking dapat mengutamakan keamanan dan kerahasiaan data para pengguna sekaligus dengan full biometric onboarding, juga bisa membangun kecerdasan dan metodologi untuk mendeteksi aktivitas penipuan, termasuk potensi penyalahgunaan data dan KTP palsu,” Teddy menjelaskan.

Ke depan, menurutnya, masih banyak lagi fitur baru yang akan dikembangkan MotionBanking. Mulai dari fitur pengajuan kartu kredit secara online dengan persetujuan berbasiskan AI hingga fitur personal financial management berlandaskan machine learning.

Tak hanya fitur tersendiri, MotionBanking pun siap bersinergi dengan fintech ataupun aplikasi digital MNC Group dan di luar MNC Group. “Kami berharap MotionBanking menjadi platform digital disruptor yang terus menghasilkan inovasi berkualitas bagi pengguna lintas generasi,” kata Teddy. Kini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Atome, Kredit Pintar, Jasamarga Related Business, Visa, Mastercard, XL Axiata, dan MotionInsure.

Ia menegaskan, hadirnya MotionBanking menjadi kekuatan baru bagi MNC Bank untuk melangkah ke depan. Setidaknya, MNC Bank akan bergerak lebih cepat, efektif, dan efisien sebagai bank dengan layanan digital, karena memiliki struktur dan kantor cabang yang ramping.

Teddy berharap MotionBank akan membantu MNC Bank —total memiliki 931 karyawan (tetap dan kontrak) per Juni 2021— fokus pada pertumbuhan. Tidak lagi disibukkan dengan menata penyusutan jumlah cabang bagi peningkatan efisiensi perusahaan.

Seperti diketahui, saat ini jaringan kantor MNC Bank terdiri dari 16 kantor cabang, 19 kantor cabang pembantu, dan 8 kantor kas. Penambahan/pengurangan jaringan kantor MNC Bank akan disesuaikan dengan kebutuhan dan proyeksi bisnisnya. Untuk ATM, MNC Bank telah bekerjasama dengan jaringan ATM Prima dan ATM Bersama sehingga nasabahnya dapat bertransaksi di lebih dari 120.000 ATM Prima dan 77.000 ATM Bersama.

Menurut Teddy, pertumbuhan pengguna MotionBanking sangat menggembirakan, mencapai 300% (month-to-month). Adapun transaksi perbankan ritel melalui MotionBanking sebesar 90%. Sisanya, datang ke kantor cabang untuk update dan melakukan pengkinian data.

Performa itu tidak membuatnya berpuas diri. Ke depan, ia akan terus mendukung pertumbuhan MotionBanking dengan memaksimalkan ekosistem MNC Group, melalui cross sell, baik dari keuangan (asuransi, investasi, pembiayaan) maupun nonkeuangan seperti media (free to air/FTA, pay TV/broadband, social media followers, portal, dan e-commerce).

“Kami juga akan meluncurkan beberapa inovasi, seperti virtual credit card (bekerjasama dengan Visa dan Mastercard), pembukaan deposito online, peningkatkan credit scoring berbasis AI, remittance, dll.,” ungkap Teddy. Kini ia tengah mempersiapkan penggantian digital core banking sehingga dapat dengan mudah mengantisipasi perkembangan kebutuhan bisnis.

Kerjasama dengan fintech yang telah dimulai dengan Atome dan Kredit Pintar, menurut Teddy, merupakan bentuk dukungan MNC Bank dalam membangun ekosistem digital. Ke depan, MotionBanking juga membuka kerjasama dengan fintech lainnya. Karena dibangun dengan platform arsitektur open API, MotionBanking dimungkinkan untuk melakukan integrasi secara cepat dan mulus dengan para mitra bisnisnya. (*)

Dyah Hasto Palupi dan Vina Anggita

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)