PasarPolis, Menggarap Pasar Asuransi Mikro

Kehadiran PT Pasarpolis Indonesia, perusahaan insurance technology (insurtech) yang berdiri pada 2015, semakin memperluas akses asuransi seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat di daerah terpencil dan prasejahtera. Langkah ini meningkatkan literasi dan inklusi asuransi. Beroperasi sejak lima tahun silam, PasarPolis kini telah mampu memberikan perlindungan asuransi kepada 11% dari total populasi Indonesia atau sekitar 30 juta jiwa.

Cleosent Randing, founder & CEO PasarPolis, menjelaskan bahwa keberadaan teknologi mempermudah seluruh segmen masyarakat membeli asuransi. Perusahaan insurtech yang didirikan Cleosent bersama sejumlah kolega bisnisnya ini menyodorkan produk asuransi mikro yang prosesnya mudah diakses nasabah dengan memanfaatkan teknologi. Semua proses layanan PasarPolis, mulai dari pendaftaran hingga klaim asuransi, mudah diakses hanya dengan sentuhan jari nasabah di gawai.

“Kami membuat asuransi yang lebih mikro dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat. PasarPolis saat ini sudah membuat ratusan juta polis yang embedded di ekosistem digital, semisal Gojek dan Tokopedia,” kata Cleosent. PasarPolis pada 2016 meluncurkan produk asuransi mikro yang dirilis bersama mitra bisnisnya, Gojek.

Untuk mendukung ekosistem asuransi digital, PasarPolis mengoptimalkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan mahadata (big data) untuk mengolah data persebaran layanan asuransi. “Kami melihat ekosistem digital Indonesia sangat besar. Di tahun ini kami telah mencetak lebih dari 300 juta polis. Kami sangat optimistis penetrasi asuransi akan lebih mudah  seiring dengan kehadiran teknologi yang membuat asuransi ini menyatu dalam kehidupan, bukan sekadar produk. Contohnya, kami memiliki produk asuransi untuk driver ojek online,” Cleosent menjelaskan.

Tercatat, 90% dari total konsumen PasarPolis itu belum pernah membeli polis asuransi (first time buyer), dan 40% pemegang polis PasarPolis merupakan pekerja sektor informal. Guna menjangkau masyarakat yang belum tersentuh asuransi, strategi PasarPolis adalah mengintegrasikan layanannya dengan produk asuransi dan ekosistem digital. Saat ini, PasarPolis memiliki kurang-lebih 80 produk dan lebih dari 30 mitra. Mayoritas mitranya adalah perusahaan yang memiliki ekosistem digital terbesar di Indonesia.

Pada masa pendemi ini, produk asuransi di PasarPolis yang terkait Covid-19, seperti asuransi kesehatan dan jiwa, meningkat pembeliannya. Disusul asuransi logistik, yang meningkat karena semakin banyak pengiriman barang melalui platform digital di masa pandemi ini.

“Asuransi handphone juga meningkat karena semakin banyak jumlah konsumen yang membeli gadget dan kemitraan berupa agen asuransi juga meningkat karena semakin banyak orang yang membutuhkan pekerjaan,” kata Cleosent.

Pertumbuhan bisnis PasarPolis hingga pertengahan 2021 naik lima kali lipat dibandingkan tahun lalu. “Pandemi mendorong digitalisasi dan kebutuhan asuransi. Inilah faktor yang memengaruhi pertumbuhan bisnis kami naik lima kali lipat,” katanya.

Ke depan, PasarPolis ingin memperluas ekspansi bisnis, selain di Indonesia juga ke Thailand dan Vietnam. “Kami ingin mengikuti jejak unicorn company Indonesia berekspansi ke Asia Tenggara. Saat ini, kami sudah menjalin kerjasama dengan e-commerce dan online travel di Vietnam dan mendukung ekosistem Gojek di beberapa negara,” Cleosent mengungkapkan.

Untuk mempermulus rencana itu, bakal dibutuhkan modal kerja. PasarPolis pada September 2020 mendapatkan pendanaan Seri B sebesar US$ 54 juta. Investor yang berpartisipasi di putaran ini antara lain LeapFrog Investments, SBI Investment, Intudo Ventures, AlphaJWC, dan Xiaomi. Investor pada putaran Seri A turut berpartisipasi dalam pendanaan Seri B ini. (*)

Andi Hana Mufidah Elmirasari & Vicky Rachman

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)