Warung Pintar, Mendongkrak Pendapatan Warung Hingga 41%

Agung Bezharie, CEO dan co-founder PT Warung Pintar Sekali (Warung Pintar)

Senin, 28 Agustus 2017, adalah hari yang sangat penting bagi perjalanan hidup Agung Bezharie, CEO dan co-founder PT Warung Pintar Sekali (Warung Pintar). Saat itu, ia mulai bereksperimen dengan warung, mencoba memvalidasi sejumlah hipotesis tentang problem mereka. “Saya ingat betul waktu kami bikin plan produksi bareng dua kolega saya, waktu warung kuning dateng pakai truk dan waktu saya menertawakan, salah satu co-founder saat sedang membereskan inventory warung, terus diberantakin lagi sama Pak Jun, mitra pertama Warung Pintar,” kata Agung.

Ia bercerita, semua itu berawal waktu dirinya masih bekerja di East Ventures dan mengerjakan salah satu portfolionya, coworking space. Waktu itu lokasi tersebut akan direnovasi, dan Pak Jun, pemilik warung depan dan komunitas ojol (ojek online)-nya ketakutan diusir karena cuma warung mata pencariannya. “That was when we realized, that since 10 years before warung has a very small chance to grow as they didn’t have any business capacities. We also realized that many opportunities could begin from warung which has been part of Indonesia with the help of technology and it could boost the economic growth in Indonesia,” ungkap Agung.

Maka, dari situlah ia menghadirkan Warung Pintar. Agung menjelaskan, Warung Pintar memberikan end-to-end solution dalam proses bisnis dan me-leverage data untuk meningkatkan efisiensi dan optimasi proses bisnis warung dalam bidang pembelian, penjualan, dan monitoring. Di bidang pembelian, dengan menerapkan konsep central procurement, para mitra warung dapat membeli produk dari Juragan App Warung Pintar, tanpa minimum order, free delivery, dan mendapat harga terbaik karena Warung Pintar bekerjasama langsung dengan brands & principals terkait.

Lalu, di bidang penjualan, ia menambahkan, Warung Pintar terus berinovasi untuk menambah revenue mitra warung. Salah satunya, brands dapat memasang iklan di warung yang menghasilkan laporan untuk mengukur efektivitas periklanan, dan mitra akan mendapatkan komisi dari pemasangan iklan tersebut. Sementara itu, dalam hal monitoring, melalui Juragan App, mitra dapat memonitor performa bisnisnya, mengetahui barang yang paling laku terjual, omset, dan produk yang menghasilkan margin terbesar sehingga dapat terus meningkatkan kapabilitas bisnisnya.

Warung Pintar, ujar Agung, mengundang siapa saja pemilik warung yang berminat menjadi mitranya. Mereka bisa langsung mendaftar melalui website. Hanya saja, ia menegaskan, calon perlu memenuhi syarat utama, yaitu bisa fokus berjualan dan memiliki lahan legal yang tersedia di daerah jangkauan Warung Pintar. Saat ini jangkauan Warung Pintar meliputi Jakarta, Tangerang, Depok, dan Banyuwangi. “Jika sesuai kriteria, kami akan meminjamkan gerobak dan peralatan usaha seperti CCTV, LCD TV, dan Wi-Fi. Kami juga melakukan proses on-boarding mengenai cara berbisnis berbasis teknologi,” ia menjelaskan.


Karena dianggap memiliki prospek bagus, Warung Pintar mampu menarik investor untuk menanamkan dananya. Total pendanaan yang didapatkan dari investor sejauh ini adalah US$ 35,5 juta, yang digunakan untuk meningkatkan kapabilitas bisnis warung untuk future economy. Saat ini, mitra Warung Pintar sudah lebih dari 2.000 warung di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Banyuwangi. Agung menargetkan, tahun ini Warung Pintar bisa manggandeng 5.000 mitra (warung) yang tersebar di Pulau Jawa.

Keberadaan mitra tersebut digunakan untuk jualan produk digital. “Beberapa produk lain masih di-explore, seperti jualan tiket bus dan angsuran motor,” ujar Agung. Juga, digital marketing, yang menyediakan platform bagi brands untuk memasang iklan di warung seperti yang disebutkan di atas.

Agung mengklaim, pendapatan mitra Warung Pintar naik 41% dari sebelum mereka menjadi mitra. “Rata-rata pendapatan mitra sekarang Rp 3,9 juta, artinya 10% di atas UMR (upah minimum regional),” ungkap Agung. Jika dibandingkan dengan warung konvensional, mitra Warung Pintar memiliki pendapatan dua kali lipat. Beberapa warung juga menunjukkan kenaikan yang signifikan. Salah satunya, Warung Pintar Kedai Kopi 3 Putri, yang merupakan mitra pertamanya. Saat ini warung tersebut sudah memiliki empat Warung Pintar.

Potensi bisnis warung ini, menurut Agung, sangat besar karena jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Ada peningkatan pertumbuhan jumlah warung sebesar 1% dari tahun ke tahun, dan di tahun 2018 jumlahnya berada di angka 3,1 juta warung. Apalagi, masyarakat Indonesia juga memiliki persepsi positif terhadap kewirausahaan dan menjadikan warung sebagai alternatif utama untuk bisnis mikro. Konsumsi kebutuhan sehari-hari juga 70% masih terjadi melalui traditional retail. “Warung adalah local humble place, interaksi yang terjadi bukan hanya transactional seperti convenience store. Namun, terjadi interaksi emotional, kedekatan antara customers dan pemilik warung. Dengan berbelanja ke warung, masyarakat juga turut meng-empower pemilik warung meningkatkan kondisi perekonomiannya,” kata Agung.

Ke depan, menurut Agung, selain fokus meningkatkan jumlah warung dengan target 5.000 di tahun ini, Warung Pintar juga terus berupaya mentransformasi bisnis mikro untuk ekonomi masa depan, meningkatkan kapabilitas bisnis warung sejalan dengan visinya: To be the golden standard for micro businesses in Indonesia. (*)

Kusnan M. Djawahir/Nisrina Salma

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)