Xynexis, Pelanggan Semakin Tertarik pada Layanan Keamanan Siber

Eva Noor, Founder & CEO Xynexis.
Eva Noor, Founder & CEO Xynexis.

Transformasi digital yang terakselerasi pada 2020 hingga awal tahun ini membuka peluang bisnis selebar-lebarnya bagi perusahaan penyedia jasa dan produk keamanan siber (cyber security). Ini tecermin dari keberhasilan PT Xynexis International meningkatkan jumlah konsumen di segmen layanan keamanan siber. Eva Noor, Founder & CEO Xynexis, mengatakan bahwa layanan Xynexis yang paling banyak diminati pada saat pandemi ini adalah security assessment.

Jasa dan pelayanan ini kian dibutuhan perusahaan di berbagai sektor usaha. Sebab, pelaku usaha memberlakukan pola kerja work from home untuk menangkal penyebaran virus korona. “Namun, bekerja online dari rumah itu ada risiko pada sistem teknologi informasi (TI) yang rentan bocor. Banyak perusahaan yang meminta untuk dicek kerentanan sistem TI-nya,” kata Eva. Xynexis, perusahaan penyedia jasa kemanan siber yang beroperasi sejak 2006, juga diminta konsumen untuk mengelola transformasi digital.

Xynexis pun bergerak lincah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan transformasi digital dan pemutakhiran keamanan siber ini. “Di masa pandemi ini, service tersebut kami genjot karena banyak perusahaan yang membutuhkan service tersebut,” ujar Eva.

Peningkatan konsumen ini berdampak terhadap performa keuangan Xynexis. Menurutnya, omzet Xynexis pulih dan tumbuh sekitar dua digit. “Kami di 2020 mengalami penurunan omzet sebesar 20%. Tetapi, sejak pertengahan 2021 meningkat, sehingga kondisinya seperti sebelum pandemi. Secara total, pertumbuhan pendapatan kami sebelum pandemi itu sebesar 25%,” ungkapnya.

Eva optimistis performa keuangan Xynexis akan melaju seiring dengan digencarkannya transformasi digital beskala nasional. Pemerintah, misalnya, mengakselerasi usaha mikro, kecil, dan menengah mengadopsi platform digital agar bisa meningkatkan skala bisnis. Peluang lainnya bersumber dari perusahaan di sektor keuangan, badan usaha milik negara (BUMN), dan perusahaan teknologi lokapasar (e-commerce).

“Target pasar kami adalah semua perusahaan yang menggunakan digital. Klien kami yang paling banyak adalah perusahaan di sektor keuangan. Kemudian, BUMN dan perusahaan e-commerce. Klien kami dari BUMN ada bank, airlines, dan lainnya. Jumlah total pelanggan Xynexis sebanyak 300 klien,” Eva menjabarkan.

Demi menjaga performa layanan kepada konsumen, Xynexis menata ulang arus kas perusahaan, memberikan pelatihan rutin kepada karyawan, serta meningkatkan pelayanan berstandar internasional. Eva dan manajemen Xynexis memberikan kebutuhan karyawan agar tidak terinfeksi virus corona.

Kesehatan karyawan yang prima ini terefleksikan dari terpenuhinya kebutuhan konsumen, kendati menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Eva mengapresiasi karyawan Xynexis yang mampu memberikan tingkat pelayanan konsumen yang paripurna. Kini, Xynexis memiliki 200 karyawan, bertambah 3.900% dari tahun 2006.

Bertambahnya jumlah karyawan diiringi dengan meningkatnya keterampilan mereka dalam melayani kebutuhan pelanggan. Imbasnya, jumlah pelanggan semakin membludak. Ini memicu kepercayaan diri Eva untuk mendongkrak pendapatan di tahun Macan Air ini.

Xynexis pada 2022 ini membidik omzet tumbuh 20% dibandingkan pada 2021. “Kami optimistis bisa menggapai target ini. Selain itu, kami sedang membuka dua kantor representatif di dua negara. Pengalaman kami, pandemi memungkinkan kami bisa bekerja dari mana saja. Kami berani go international dan melakukan inovasi produk,” Eva menandaskan.

Target omzet Xynexis itu berpijak pada tingginya kebutuhan konsumen terhadap keamanan siber. Sebagai contoh, Eva mengamati UMKM yang melakukan transformasi digital, sekitar 2,4 juta unit yang masuk ke digital market. Angka ini menunjukkan potensi bisnis keamanan siber yang besar sekali.

“Pada 16 tahun lalu, kami sulit menjual layanan keamanan siber. Hari ini, setiap perusahaan yang ingin berbisnis digital harus memikirkan keamanan siber, kami menyediakan layanan ini. Prospek bisnis digital akan terus naik dan kebutuhan cyber security akan meningkat di masa mendatang,” kata Eva yakin.

Xynexis, katanya, adalah perusahaan yang merintis bisnis jasa keamanan siber di Indonesia. Ia meyakini reputasi perusahaannya sebagai pelopor bisnis ini di pasar domestik. Pelayanan dan produk berstandar internasional serta kepercayaan pelanggan terhadap Xynexis merupakan keunggulan perusahaan jika dibandingkan perusahaan sejenis yang beroperasi di Indonesia.

Xynesis pun mengepakkan sayap bisnis. Kini korporasi ini memiliki tiga anak usaha, yaitu Noosc Security (managed security services provider), Ignite (edtech), dan Haxtech (digital engagement). (*)

Anastasia Anggoro Suksmonowati & Vicky Rachman

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)