Platform untuk Packaging Karya Tiga Sekawan

Memegang visi “teknologi dapat menjadi solusi bagi setiap masalah”, tiga sekawan alumni Universitas Indonesia (UI) memprakarsai hadirnya platform yang menghubungkan produsen kemasan (packaging) dengan perusahaan penggunanya. Pada 2018, tiga sekawan ini —Anggara Pranaspati (CEO), Raffisal Damanhuri (Head of Operations), dan Hasandi Patriawan (Head of Tech)— mendirikan perusahaan startup Tjetak untuk menjawab sejumlah tantangan yang dialami industri kemasan.

Produsen kemasan umumnya tergolong dalam usaha kecil dan menengah yang masih konvensional. Di pihak lain, customer mereka sangat beragam, dari bidang fashion, makanan, consumer goods, dan sebagainya. Skala bisnis pengguna kemasan ini juga beragam, mulai dari pemilik merek besar hingga usaha mikro yang membutuhkan informasi akurat, transparan, dan cepat ketika ingin membuat kemasan untuk produknya.

Ketimpangan itu, menurut Angga (panggilan Anggara), menimbulkan beberapa pain points, di antaranya proses penentuan harga yang lama. Lalu, jika proses desain kurang tepat, akan menimbulkan kerugian. “Proses produksinya juga kurang transparan,” ujar lulusan Fakultas Ekonomi & Bisnis UI itu.

Peran Tjetak adalah menyempurnakan proses tersebut dengan mengandalkan teknologi di bidang packaging produk. Dalam hal proses penentuan harga, Tjetak memiliki teknologi Tjetak Pricing Engine, yang dapat mengalkulasi harga 70% lebih cepat dibandingkan prosedur konvensional. Tersedia pula fitur Specification & Design Management System, untuk pengaturan spesifikasi produk dan desain sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, melalui platform ini, pelanggan juga bisa melakukan tracking produk dan mengetahui estimasi waktu produksi.

Menurut Angga, masih banyak orang yang belum memperhatikan besarnya peran industri pendukung supaya barang atau jasa itu bisa sampai ke tangan konsumen akhir (end user). “Kami mengambil bagian di situ, supporting industry di belakang layar tetapi punya peran sangat penting,” katanya.

Ia menjelaskan, ada tiga level kebutuhan kemasan. Pertama, kemasan dibutuhkan agar suatu produk aman terlindungi sampai ke tangan konsumen. Kedua, kemasan tidak hanya sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai media komunikasi brand. Dan ketiga, ini umumnya terjadi pada pelanggan skala besar, mereka menginginkan efisiensi dalam hal rantai pasok (supply chain).

Selama sekitar tiga tahun beroperasi, Tjetak telah menjalin kolaborasi dengan berbagai industri, mulai dari skala besar hingga UMKM. Menurut Angga, perkembangan bisnis Tjetak setiap tahun tumbuh dua-tiga kali lipat dari skala bisnis awal. “Pelanggan skala besar ada sekitar 700 customer, sementara untuk skala mikro yang kami jangkau lewat mitra mereka, platfom e-commerce, ada puluhan ribu pelanggan,” ungkapnya.

Beberapa merek terkenal telah memilih Tjetak sebagai packaging provider mereka, antara lain Halodoc, Zalora, Sunpride, Decathlon, Erigo, Antam, Jafra, HMNS, Doughlab, dan Martabak Orins. Kategori produk kemasannya pun sangat beragam, dari kemasan untuk makanan, aksesori, tas, flexible packaging, plain packaging, hingga rigid box.

Kiprah Tjetak dalam mendukung kemajuan pelaku usaha di Indonesia berhasil menarik minat Vertex Ventures, perusahaan modal ventura milik Temasek, untuk mengucurkan dana investasi. Pada Agustus 2020, Tjetak menutup perolehan pendanaan seri A —Angga enggan menyebutkan jumlahnya. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan bisnis, akuisisi pelanggan baru, serta pengembangan teknologi, termasuk peningkatan kapasitas laboratorium dan fasilitas pengemasan.

Tjetak juga akan terus berinovasi dengan menghadirkan sustainable packaging atau kemasan yang lebih ramah lingkungan. “Dengan pertumbuhan besar di bidang konsumsi ritel di Indonesia, Tjetak berkomitmen untuk menunjang tingginya permintaan pasar dan melakukan inovasi untuk kemasan yang diproduksi,” kata Angga. (*)

Jeihan K. Barlian & Arie Liliyah

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)