2 Langkah Menyusun Strategi Digital

Deru bisnis telah banyak berubah seiring perkembangan teknologi. Strategi digital sudah menjadi satu kesatuan dengan strategi bisnis. Teknologi digital bukan hanya sebaga pelengkap, tapi harus bisa mentransformasi perusahaan ke bentuk yang baru. Ujungnya tentu saja kenaikan penjualan.

Namun, merancang strategi digital tidak semudah menggerakkan jari di layar smartphone. Secara umum, digital terbagi menjadi dua yaitu digital consumers dan digital enterprise. Keduanya akan saling melengkapi. Digital yang pertama lebih banyak berhubungan dengan pelanggan, seperti penawaran produk, layanan, hingga pemetaan pelanggan.

Digital enterprise adalah alat untuk meningkatkan proses bisnis, semacam back office atau pendukung fungsi atau operasional. Ada fungsi supply chain, operasional, keuangan, dan sumber daya manusia, yang sifatnya lebih ke internal perusahaan. Digital kedua inilah yang sering dilupakan.

"Misalnya, mau meningkatkan penjualan sehingga dibuat mobile apps-nya. Tapi, responnya lambat saat ada order yang masuk karena tidak didukung back office. Konsumen akhirnya kecewa dan bahkan kepuasan dan loyalitas mereka pun turun," kata Prihadiyanto, Managing Director Products Lead Accenture Indonesia.

prihadiyanto Prihadiyanto, Managing Director Products Lead Accenture Indonesia

Untuk menyusun strategi digital, pertama, manajemen harus paham dengan kondisi perusahaan terkini, seperti persaingan bisnis, kekuatan sumber daya manusia, dan teknologi. Manajemen dan stakeholder juga harus merumuskan bersama masa depan perusahaan dan analisis kemampuan untuk mencapainya.

"Kedua adalah membuat journey map yakni inisiatif jangka pendek, menengah, dan panjang. Kemudian, membuat skala prioritas untuk setiap jangka waktu. Pilih satu yang menjadi pilot, yang manfaatnya cukup besar terhadap bisnis. Itu yang harus diimplementasikan duluan," kata dia.

Strategi digital ini penting mengingat kondisi pasar yang sudah banyak berubah seiring akses internet yang semakin merata dan populasi Indonesia yang besar. Digital memungkinkan akses yang cepat dan tanpa batas. Generasi milenial juga lebih banyak berinteraksi dengan smartphone miliknya.

Jika terlambat sebentar saja, kompetitor bisa menyeruak masuk dan merebut hati pelanggan. Jika hanya menjadi followers, digital customers yakni marketing via media sosial akan lebih banyak dipilih. Tapi, daya jangkau pasarnya kurang luas dan hasilnya kurang signifikan terhadap perkembangan bisnis perusahaan. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)