Pengamat Masih Andalkan Energi, Barang Baku, dan Konsumer di 2026: Mengapa?

Pengamat Masih Andalkan Energi, Barang Baku, dan Konsumer di 2026: Mengapa?

Praktisi pasar modal sekaligus Co-founder Pasar Dana, Hans Kwee, menilai pasar saham pada 2026 berpotensi didominasi oleh sejumlah sektor, terutama energi, bahan baku (termasuk komoditas tambang), serta konsumer.

Menurut Hans, prospek tersebut terkait dengan masih berlangsungnya ketegangan geopolitik dan dinamika tarif resiprokal yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah pihak, termasuk Cina.

Ia juga menyinggung adanya isu geopolitik lain serta perkembangan terkait pimpinan bank sentral AS, Jerome Powell, yang dalam berbagai pemberitaan disebut menghadapi tekanan hukum seputar proyek renovasi gedung bank sentral setempat.

“Kami masih melihat saham big cap menarik. Sektor konsumer bagus. [Sektor] energi dan batu bara akan cenderung bagus. Kemudian komoditas emas dan tambang, terkait nikel, timah, dan lain-lain itu cenderung bagus di tahun 2026,” jelas Hans kepada awak media saat acara edukasi wartawan pasar modal yang dihelat Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (23/1/2026).

Sejalan dengan pandangan tersebut, Hans menilai investor masih dapat melirik saham-saham berkapitalisasi jumbo. Mengacu pada data perdagangan aplikasi IDX Mobile, pergerakan saham-saham big cap pada penutupan perdagangan Jumat sore terpantau beragam.

Sebanyak tujuh emiten ditutup menguat, yakni Astra International Tbk (ASII) naik 0,74% ke Rp6.875; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 1,05% ke Rp3.850; serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 0,20% ke Rp4.990.

Selanjutnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 1,63% ke Rp1.250 dan DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 1,87% ke Rp219.775. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) ditutup melesat 8,10% ke Rp14.675, sementara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menguat 0,80% ke Rp3.770.

Di sisi lain, terdapat 10 emiten yang melemah pada perdagangan hari ini. Dari grup konglomerasi Prajogo Pangestu, saham Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 2,11% ke Rp9.300; Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 5,82% ke Rp2.590; PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terkoreksi 4,39% ke Rp1.415; Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 4,41% ke Rp1.735; serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 2,56% ke Rp6.650.

Tekanan juga terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang anjlok 6,19% ke Rp7.200; Bank Permata Tbk (BNLI) turun 1,58% ke Rp4.970; serta Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah 0,73% ke Rp17.000. Selanjutnya, Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 1,14% ke Rp104.500 dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turun 1,88% ke Rp11.725.

Sementara itu, hanya ada tiga emiten yang harganya stagnan, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). Saham BBCA ditutup di Rp7.650, IMPC di Rp3.530, dan SRAJ di Rp16.500.

Sebelumnya, OCBC Sekuritas juga memproyeksikan sektor keuangan-perbankan, bahan baku (khususnya komoditas), serta konsumer berpeluang cerah pada 2026. Head of Research OCBC Sekuritas, Budi Rustanto, menilai prospek ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan berada di kisaran 5%–6%, ditambah dukungan fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi.

Dari sisi investasi, Budi menilai aktivitas investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia berpotensi lebih agresif pada 2026, terutama pada proyek pengolahan sampah melalui program waste-to-energy (WtE) serta sektor komoditas yang masuk dalam daftar prioritas Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca juga: OCBC Sekuritas Prediksi Sektor Bank, Komoditas, dan Konsumer Bakal Topang IHSG di 2026

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) atau KISI Sekuritas telah memprediksi bahwa sektor pertambangan, konsumsi, teknologi, hingga keuangan akan menopang IHSG di 2026. Ini juga disusul dengan pengembangan industri kendaraan listrik, infrastruktur IT lewat pusat data dan kecerdasan buatan (AI), serta menara telekomunikasi. (*)

Baca juga: KISI Sekuritas Optimistis Level IHSG Tembus 9.000 Poin di 2026

# Tag